Akses Tol Menuju Nglanggeran Diharap Genjot Wisata Utara Gunungkidul
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menurunkan angka stunting terus menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun ini ditargetkan angka stunting di wilayah tersebut berada di angka 14 persen.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Gunungkidul, Trianawati memaparkan data terbaru mengenai prevalensi stunting di Gunungkidul. Meski angka stunting pada Agustus 2024 masih berada di 14,37 persen, tapi pihaknya optimis angka tersebut dapat turun di bawah 14 persen pada tahun ini.
Penurunan ini tidak terlepas dari berbagai intervensi yang telah dilakukan, baik yang bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun kegiatan-kegiatan lainnya. "Kami terus berupaya melakukan berbagai intervensi untuk menurunkan angka stunting. Mulai dari pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak," ujar Trianawati, Rabu (8/1/2025).
Selain itu, Trianawati juga menyoroti inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh masing-masing Puskesmas dalam upaya menekan angka stunting. Berbagai program kreatif dan inovatif ini diharapkan dapat semakin efektif dalam mencapai target penurunan stunting.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Mohamad Amirudin menyampaikan bahwa perkembangan Keluarga Resiko Stunting (KRS) dari tahun ke tahun menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Pendataan Keluarga, jumlah KRS telah menurun hingga 14,7%.
BACA JUGA: Capai Target 13%, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran Penanganan Stunting Rp3 Miliar
"Penurunan angka KRS ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil," kata Amirudin.
Pemkab Gunungkidul juga meminta agar masing-masing kapanewon untuk merekam segala kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk laporan tertulis soal penanganan stunting. Hal ini bertujuan untuk memantau secara berkala perkembangan status stunting di masing-masing wilayah.
"Kami berharap dengan adanya komitmen bersama ini, target penurunan angka stunting di tahun 2024 dapat tercapai," pungkas Amirudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.