Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Upaya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menurunkan angka stunting terus menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun ini ditargetkan angka stunting di wilayah tersebut berada di angka 14 persen.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Gunungkidul, Trianawati memaparkan data terbaru mengenai prevalensi stunting di Gunungkidul. Meski angka stunting pada Agustus 2024 masih berada di 14,37 persen, tapi pihaknya optimis angka tersebut dapat turun di bawah 14 persen pada tahun ini.
Penurunan ini tidak terlepas dari berbagai intervensi yang telah dilakukan, baik yang bersumber dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun kegiatan-kegiatan lainnya. "Kami terus berupaya melakukan berbagai intervensi untuk menurunkan angka stunting. Mulai dari pemberian makanan tambahan, penyuluhan gizi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak," ujar Trianawati, Rabu (8/1/2025).
Selain itu, Trianawati juga menyoroti inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh masing-masing Puskesmas dalam upaya menekan angka stunting. Berbagai program kreatif dan inovatif ini diharapkan dapat semakin efektif dalam mencapai target penurunan stunting.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) Gunungkidul, Mohamad Amirudin menyampaikan bahwa perkembangan Keluarga Resiko Stunting (KRS) dari tahun ke tahun menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Pendataan Keluarga, jumlah KRS telah menurun hingga 14,7%.
BACA JUGA: Capai Target 13%, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran Penanganan Stunting Rp3 Miliar
"Penurunan angka KRS ini menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini mulai membuahkan hasil," kata Amirudin.
Pemkab Gunungkidul juga meminta agar masing-masing kapanewon untuk merekam segala kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk laporan tertulis soal penanganan stunting. Hal ini bertujuan untuk memantau secara berkala perkembangan status stunting di masing-masing wilayah.
"Kami berharap dengan adanya komitmen bersama ini, target penurunan angka stunting di tahun 2024 dapat tercapai," pungkas Amirudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.