Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi daging - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kementan menyebut ketersediaan daging sapi dan kerbau masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bulan ramadan dan lebaran tahun ini. Meski saat ini merebak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak.
"Saya sampaikan bahwa pemerintah menjamin bahwa ketersediaan daging untuk puasa maupun juga lebaran tahun 2025 ini insyaallah tercukupi," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda pada Sabtu (11/1/2025).
Bukan tanpa dasar Agung memproyeksikan bila stok ketersediaan daging bakal aman hingga lebaran 2025. Berkaca pada wabah PMK terjadi pada 2022, ketersediaan akan kebutuhan daging selama puasa lebaran kala itu pun masih aman.
BACA JUGA : Kasus PMK Naik Lebih Awal, Kementan Bentuk Satgas PMK Nasional
"Pada saat wabah pertama kali di 2022 pun alhamdulillah kesiapan kami, ketersediaan kami untuk daging sapi kerbau untuk kebutuhan puasa lebaran itu aman," katanya.
Adapun jumlah kasus PMK yang terjadi saat ini jauh lebih rendah ketimbang saat wabah 2022 lalu. Selain itu tingkat kematian ternak akibat PMK pun kecil, di angka 2%.
"Karena PMK ini kematiannya juga sebetulnya tidak terlalu tinggi, tingkat kematiannya di bawah 2% tetapi memang penyebarannya yang sangat cepat dan kerugian ekonomi yang cukup besar," ujarnya
Kerugian ekonomi yang ditimbulkan muncul karena berbagai biaya tambahan untuk penanganan PMK. Seperti biaya vaksinasi hingga pengobatan yang menambah biaya bagi para peternak.
"Terkait dengan tadi kebutuhan puasa dan lebaran, pemerintah sudah menghitung melalui neraca komoditas dan untuk kebutuhan tersebut saat ini seperti tadi saya juga sampaikan, kami masih mengimpor daging sapi, kerbau dari luar negeri. Termasuk juga sapi bakalan untuk kebutuhan puasa dan lebaran termasuk tentu dari produksi dalam negeri," imbuhnya.
Agung menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir karena peningkatan kasus PMK saat ini terus ditangani. Meski terjadi peningkatan kasus saat ini, jumlahnya masih jauh lebih kecil dibandingkan saat wabah PMK 2022.
BACA JUGA : Peningkatan Kasus PMK Tak Signifikan, DKPP Bantul Tak Tutup Pasar Hewan
"Jadi tidak perlu khawatir, kasus PMK ini akan terus kami kendalikan dan saat ini memang terjadi peningkatan kasus tetapi dibandingkan dengan kasus di tahun 2022 ini jauh lebih kecil," lanjutnya.
Dengan jumlah kasus yang lebih rendah, dampak kasus PMK tidak akan signifikan pada ketersediaan daging, khususnya untuk kebutuhan puasa dan lebaran 2025 nanti. "Jauh lebih kecil artinya tidak akan berdampak signifikan pada ketersediaan daging untuk kebutuhan puasa dan lebaran tahun 2025," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tersedia keberangkatan pagi sampai malam.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.