Advertisement
Anggota Polresta Jogja Dilaporkan Ke Polda Jateng Diduga Melakukan Penganiayaan, Begini Kronologinya
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Polresta Jogja bersama Bid Propam Polda DIY telah menggelar pemeriksaan awal terhadap anggota yang diduga melakukan penganiayaan warga Semarang, Darso, hingga meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Polresta Jogja menyebut tidak ada penganiayaan pada korban.
Kapolresta Jogja, Kombespol Aditya Surya Dharma, menjelaskan berdasarkan pemeriksaan awal oleh Propam Polda DIY, kasus ini bermula pada 12 Juli 2024, ketika Darso yang membawa mobil Toyota Avanza terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di wilayaj Danurejan, Kota Jogja.
Advertisement
BACA JUGA: Anggota Diduga Aniaya Warga Semarang hingga Meninggal, Begini Respons Polresta Jogja
“Setelah kejadian kecelakaan lalu lintas, pengemudi mobil mengantar korban ke Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi dan bertemu dengan keluarga Korban. Pada saat itu keluarga korban memfoto identitas pengemudi berupa KTP atas nama Darso,” katanya, Sabtu (11/1/2025).
Darso meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan keluarga korban. Mengetahyi hal tersebut, suami korban mengejar Darso mengginakan motor, namun justru terserempet mobil dan jatuh. “Pengemudi mobil tetap pergi meninggalkan lokasi,” ungkapnya.
Keluarga korban kecelakaan lun melaporkan Darso ke polisi, dengan penanganan berada di Unit Gakkum Satlantas Polresta Jogja. Penyelidikan pun berlangsung, hingga pada 21 September 2024, enam anggota Unit Gakkum Satlantas Pplresta Jogja mendatangi rumah Darso di Semarang, dengan tujuan mengirimkan surat undangan klarifikasi.
Setelah mengakui ia terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di kota Jogja pada 12 Juli 2024, Darso mengajak petugas mendatangi rental mobil dan temannya yang ikut pada saat kejadian kecelakaan. Mereka pun berangkat menggunakan mobil petugas.
“Petugas menyarankan kepada Darso untuk berpamitan terlebih dahulu kepada Istrinya, namun yang bersangkutan mengatakan tidak perlu dan mengajak pergi dikarenakan merasa tidak enak dengan tetangga,” paparnya.
Dalam perjalanan tersebut, Darso sempat meminta berhenti untuk buang air kecil di parit. Setelah itu, Darao mengeluhkan sakit pada bagian dada kiri. “Darso minta untuk diambilkan obat jantung di rumahnya, namun petugas berinisiatif untuk langsung ke Rumah Sakit terdekat dan Darso menyetujui “ katanya.
Mereka pun pergi ke Rumah Sakit Permata Medika, Kota Semarang. Setelah Darso mendapat perawatan dari tim medis, petugas polisi yang menjemputnya tadi mengabari keluarga Darso melalui ketua RT. “Istri Darso, Poniyem, mengonfirmasi Darso memiliki riwayat sakit jantung,” ungkapnya.
Polisi pun kemudian meniggalkan Darso untuk melanjutkan pemerikaaan ke rekan Darso yang berada di Kendal. Kemudian pada 25 September 2024, polisi mendapat info jika Darso masih dalam perawatan dan pada 27 September 2024 sudah pulang.
Dalam kronologi teraebut, tidak ada penganiayaan Darso oleh petugas. Terkait dengan dugaan penganiayaan dan adanya luka lebam pada tubuh Darso, ia tidak mengkonfirmasi benar-tidaknya dan menyerahkannya kepada Polda Jateng yang saat ini masih mendalami kasus ini.
“Terkait lebam itu, nanti karena ini dilaporlan ke Polda Jateng, mungkin nanti tim Polda Jateng yang memberikan hasil atau update penyelidikan. Kami dari Polda DIY dan Polresta Jogja mendukung segala penyelidikan dan mungkin namti penyidikan Polda Jateng,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Polresta Jogja dilaporkan keluarga Darso ke Polda Jateng pada Jjmat (10/1/2025). Keluarga menduga adanya penganiayaan yang dilakukan anggota Polresta Jogja, hingga menyebabkan Darso meninggal beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Asyiknya Camping di Pantai, Ini 2 Pantai yang Jadi Lokasi Favorit Camping Saat Malam Tahun Baru di Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Talut dan Rumah Terdampak Longsor di Ngampilan Akan Segera Diperbaiki
- Korban Apartemen Malioboro City Akan Kepung Mapolda DIY
- PPJI Bantul Minta Dilibatkan dalam Penyerapan Anggaran Makan dan Minum OPD
- Kasus PMK Naik Lebih Awal, Kementan Bentuk Satgas PMK Nasional
- Sejumlah Pengusaha Katering di Bantul Nyaris Tertipu Modus Makan Bergizi Gratis
Advertisement
Advertisement