Tol Jogja-Solo Ruas Trihanggo Ditargetkan Fungsional Saat Libur Nataru
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 90% dan ditargetkan fungsional saat libur Nataru 2026/2027.
Suasana upacara pemindahan pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo yang terdampak Tol Jogja-Solo di Ketingan, Tirtoadi pada Rabu (15/1/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Makam Kiai Kromo Ijoyo yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo mulai dipindahkan. Upacara pemindahan makam leluhur warga Ketingan, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, ini diawali dengan upacara tradisional yang dipimpin langsung oleh GKR Mangkubumi, Rabu (15/1/2025).
Upacara diawali dengan masuknya rombongan pasukan bregada menuju area Makam Kiai Kromo Ijoyo. Selanjutnya dua bibit pohon bibit pule dimasukkan ke area makam. Rombongan GKR Mangkubumi dan perwakilan pelaksana proyek membawa ubarampe kemudian diletakkan di atas meja di dalam kompleks makam. Di area makam, GKR Mangkubumi kemudian memimpin doa prosesi pemindahan makam. Dua bibit tanaman pule kemudian ditanam bersama bunga.
"Kami menanam pohon pule karena pohon pule yang berada di kompleks makam yang lama bakal dipotong, sehingga harus ada penggantinya," kata GKR Mangkubumi, Rabu.
Di akhir prosesi, GKR Mangkubumi berpesan agar proses pembangunan tol tetap menghargai kearifan lokal, dan prosesnya harus dilakukan sebaik-baiknya. "Harus menghargai kawasan heritage yang ada di Jogja. Contohnya proses pemindahan makam yang ditata dengan baik, karena pemindahan pemakaman itu sensitif, melibatkan keluarga dan tedhak turune, sehingga harus dilakukan sebaik-baiknya," katanya.
Humas Proyek Tol Jogja Solo Seksi 2 Paket 2.2 PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, menjelaskan dalam proses pembangunannya, proyek Tol Jogja-Solo melintasi Makam Kiai Kromo Ijoyo yang merupakan makam leluhur warga setempat. Karena letaknya yang tepat berada di main road Tol Jogja-Solo, maka Makam Kiai Kromo Ijoyo harus direlokasi.
"Harus direlokasi dan kami sudah berkoordinasi, selaku pelaksana proyek kami wajib berkoordinasi dengan lurah dan tokoh masyarakat, kemudian kami juga matur dan minta petunjuk ke Kraton Ngayogyakarta hadiningrat untuk prosesi pemindahan [makam] tersebut," katanya.
Secara teknis, Agung mengestimasi lama waktu pemindahan makam selama sehari. Proses pemindahan dilakukan Kamis (16/1) pukul 07.00 WIB menggunakan alat berat. Pohon pule yang terdampak rencananya dibawa ke Kraton.
Agung menjelaskan, dengan direlokasinya Makam Kiai Kromo Ijoyo, maka main road di Tol Jogja-Solo tepatnya di Ketingan, Tirtoadi, bisa segera tersambung. Namun, kontraktor memastikan tetap membuat akses bagi warga dari arah utara ke selatan dengan membangun boks pedestrian. "Sudah [bisa] tersambung, nanti tinggal ditimbun dan ada boks pedestrian untuk akses warga ke embung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 90% dan ditargetkan fungsional saat libur Nataru 2026/2027.
Hipertensi tak selalu disebabkan makanan. Tujuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari konsumsi garam hingga kurang tidur, bisa memengaruhi tekanan darah.
Anggota DPRD Jateng Muhammad Farchan meminta rencana PLTP Gunung Ungaran dikaji ulang karena menyangkut sumber air, lingkungan, dan cagar budaya.
Guru SD menyoroti fenomena anak socially awkward di sekolah di tengah meluasnya smartphone dan AI serta pentingnya interaksi langsung.
Kemensos menahan sementara bansos untuk lebih dari 1.400 KPM terindikasi judol. Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Kemenhut menetapkan MTN dan AK sebagai tersangka pembakaran hutan di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keduanya terancam pidana hingga 15 tahun.