Sukoharjo Siaga Kekeringan 2026, Ini Wilayah Paling Rawan
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL— Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul memastikan stok padi saat ini melimpah karena sebagian besar petani mulai panen.
"Untuk padi musim ini kan sudah mulai panen, bahkan bulan ini ada panenan di tiga titik sawah, dan juga bulan bulan depan akan panen terus lahan sawah kita," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, dikutip dari Antara Kamis (23/1/2025).
Pihaknya belum menghitung detail luasan tanam dan panen padi pada musim Januari ini, namun total lahan pertanian baku di Bantul seluas 13.991 hektare, yang rata rata setiap tahun ditanami padi dua hingga tiga kali.
Dia juga mengatakan, para petani di wilayah Bantul sebagian memanfaatkan hasil panen untuk dijual dan sebagian dikonsumsi untuk kebutuhan pangan keluarga.
"Kita di Bantul itu tidak masalah, meskipun kepemilikan lahan masing-masing petani tidak begitu luas, hasil panen banyak dibawa pulang untuk ketersediaan konsumsi. Jadi tidak ada masalah," katanya.
Lebih lanjut dia juga mengatakan, yang masih diupayakan pemerintah saat ini adalah bagaimana harga gabah petani tersebut dibeli sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) agar petani lebih sejahtera.
"Harga HPP kita belum sesuai HPP pemerintah, masih di bawah Rp6.000 per kilogram. Makanya dengan kunjungan Menteri Pertanian yang lalu diharapkan akan menaikkan HPP, otomatis kesejahteraan petani semakin meningkat," katanya.
Sementara itu, dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi pertanian, diperlukan optimalisasi percepatan tanam dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, alat mesin pertanian, suplai air yang lancar, ketersediaan pupuk dan benih unggul.
Oleh karena itu, kata dia, dibutuhkan peran semua pihak untuk mendukung tercapainya percepatan tanam dan panen padi di tahun 2025, sehingga mampu mencapai swasembada pangan.
Lebih lanjut Joko mengatakan luasan padi yang berhasil panen selama tahun 2025 ini ditarget mampu menembus di atas 30.000 hektare. Hal ini didasarkan kepada adanya mundurnya masa tanam di akhir 2024 yang baru bisa dimulai di awal 2025.
Adanya mundur masa tanam yang seharusnya bisa dilakukan di akhir 2024 karena faktor cuaca membuat masa tanam mundur menjadi awal 2025. Meski demikian, pihaknya optimistis.
"Kami berharap semoga 2025 nanti bisa tembus 30 ribu hektare tanam padi," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sukoharjo tetapkan siaga darurat kekeringan dan kebakaran hingga November 2026. Tiga kecamatan rawan krisis air.
Belanda kalah 0-1 dari Aljazair dalam laga uji coba jelang Piala Dunia 2026. Virgil van Dijk menyoroti kegagalan timnya memanfaatkan peluang.
WFH, bukan AI, menjadi faktor utama sulitnya lulusan muda mendapatkan pekerjaan, menurut riset New York Fed. Simak strategi menghadapi tantangan ini.
Charles Leclerc resmi memperpanjang kontrak multi-tahun bersama Ferrari. Kesepakatan ini mengakhiri spekulasi masa depannya di Formula 1.
Ford menarik hampir 420.000 unit Ford Expedition dan Lincoln Navigator di AS akibat potensi masalah sabuk pengaman yang meningkatkan risiko cedera.
Jadwal Indonesia Open 2026 hari ini menghadirkan duel Jonatan Christie vs Alwi Farhan pada babak 32 besar. Simak laga dan hasil terbaru di Istora GBK.