Anggaran Terbatas, Penataan Wajah Kota Wonosari Mandek
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
Aktvitas lalu lintas di depan SPBU Mobil Indostation yang ada di Kalurahan Bulurejo, Semin, Kamis (6/2/2025). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) non-Pertamina sempat buka di beberapa titik, untuk melayani pembeli di Kabupaten Gunungkidul. Meski demikian, SPBU tersebut kini tidak terlihat lagi menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) setara Pertamax.
Salah seorang warga di Kalurahan Bulurejo, Semin, Daliyo mengatakan, di wilayahnya sempat ada pengoperasian SPBU non-Pertamina. SPBU ini sama seperti usaha Pertashop yang menjual BBM Pertamax.
“Namanya SPBU-nya Mobil Indostation. Yang dijual Gasoline 92 atau setara dengan Pertamax,” kata Daliyo saat ditemui, Kamis (6/2/2025).
Menurut dia, SPBU ini sudah beroperasi lama, namun sejak sekitar tiga bulan lalu tutup tidak melayani pembelian BBM.
“Kalau bangunan yang ada masih komplet, sama seperti saat buka. Tapi, sekarang sudah tutup dan tidak ada aktivitas,” ungkapnya.
Menurut Daliyo, tutupnya SPBU non-Pertamina tidak hanya terjadi di dekat rumahnya. Pasalnya, kebijakan ini juga berlaku di seluruh Gunungkidul.
“Sebenaranya untuk yang di sini [Gunungkidul] lumayan ramai pembelinya. Tapi, sekarang di seluruh Gunungkidul tutup semuanya,” kata dia.
Tutupnya SPBU Mobil Indostation dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro. Outlet SPBU Indomobil pertama kali muncul di pertengahan 2022 dan berkembang hingga 2023 dengan jumlah belasan unit dan tersebar di sejumlah kapanewon.
BACA JUGA: Suhu Udara Panas Picu Lonjakan Kasus DBD di Sleman hingga 675 Pasien
Meski demikian, Kelik mengakui hingga saat ini banyak yang sudah tutup dan tidak melayani pembeli. “Kami tidak memonitor secara langsung, karena menyangkut bisnis perorangan sehingga dinas tidak memiliki kewenangan. Di sisi lain, juga banyak urusan harus diurusi sesuai dengan ketugasan yang harus dijalankan,” kata Kelik.
Menurut dia, hingga saat ini tidak ada keluhan dari masyarakat berkaitan dengan pengoperasioan SPBU non-Pertamina ini. Kelik menduga, tutupnya penjualan dikarenakan persaingan usaha.
Yang pertama, kata Kelik, warga Gunungkidul sudah terbiasa dengan produk Pertamina, khususnya BBM jenis Pertalite. Adapun SPBU Indomobil menjual BBM setara dengan Pertamax dengan harga jual yang lebih tinggi.
“Warga lebih memilih memakai Pertalite, sementara produk Indomobil menjual BBM setara dengan Pertamax milik Pertamina,” katanya.
Disinggung mengenai berapa yang tutup, Kelik mengakui tidak memonitor secara langsung. Namun, ia melihat ada sejumlah outlet yang sudah tidak melayani pembelian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan kawasan ibu kota Kabupaten Gunungkidul di Wonosari belum dilanjutkan karena keterbatasan anggaran dan prioritas infrastruktur.
KPK menggeledah kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta Selatan terkait kasus suap SHGB Summarecon Bogor. Tiga koper barang bukti diangkut penyidik.
Data center AWS di Bahrain dan UEA rusak diserang drone serta rudal Iran. Data pelanggan hilang permanen dan proses pemulihan butuh waktu lama.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid soroti mafia tanah yang sulit diberantas lewat kelakar "sampai kiamat kurang dua hari". Ini klarifikasi kementerian.
Puluhan siswa dua sekolah di Temon Kulonprogo diduga keracunan makanan program MBG. Dinkes lakukan investigasi dan kirim sampel ke lab.
Simak rekomendasi website translator terbaik 2026, mulai Google Translate, DeepL, Microsoft Translator hingga layanan AI berbayar.