Atasi Krisis Air Saptosari-Panggang, PDAM Bor Sungai Bawah Tanah Ngobaran
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Ilustrasi kekerasan anak./Pixabay-Ulrike Mai
Harianjogja.com, BANTUL–Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bantul masih menjadi kendala yang serius. Data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat mencatat, hingga September 2025 sudah ada 38 kasus kekerasan seksual dan pencabulan.
Kepala UPTD PPA Bantul, Sylvi Kusumaningtyas menjelaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah ini menunjukkan tren fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 40 kasus, turun menjadi 29 kasus pada 2024, tetapi kembali meningkat pada 2025.
BACA JUGA: Ribuan Warga Bantul Terdeteksi Hipertensi
“Jumlahnya naik turun dari tiga tahun terakhir. Faktor utama masih pada pengawasan orang tua, pola pengasuhan, dan kurangnya kedekatan anak dengan orang tua,” kata Sylvi, Senin (22/9/2025).
Menurut dia, upaya penanganan terhadap penyintas dilakukan secara menyeluruh mulai dari asesmen, konseling, edukasi keluarga, pendampingan psikologis, hukum, hingga psiko-sosial. Sosialisasi ke masyarakat juga terus digencarkan untuk menekan angka kasus.
"Fenomena kekerasan seksual terhadap anak ini memang seperti gunung es, sehingga upaya untuk menekan selain dari sosialisasi yang komprehensif perlu juga keberanian dari korban dan keluarga untuk melapor," jelasnya.
Kepala DP3AP2KB Bantul, Ninik Istitarini menyatakan, selain kekerasan seksual, anak juga rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikis, penelantaran, hingga eksploitasi.
“Upaya untuk mengentaskan kasus ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk melapor. Kasus yang kami tangani rata-rata dialami korban baru, jarang sekali korban pada tahun sebelumnya kembali menjadi korban lagi,” jelas Ninik.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan, terutama pada anak. Laporan bisa disampaikan melalui call center SAPA 129, nomor 087738907000, atau langsung ke kantor UPTD PPA Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDAM Tirta Handayani Gunungkidul mengeksplorasi sungai bawah tanah Ngobaran dengan target debit 40 liter per detik untuk Saptosari dan Panggang.
Polresta Sleman menggelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari. Data mencatat 25.497 pelanggaran lalu lintas pada 2025.
Indonesia Kaya menghadirkan legenda Timun Mas dan Nyi Roro Kidul dalam delapan episode musikal vertikal yang tayang di TikTok.
Yusril menyoroti 23 definisi keuangan negara yang dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengelola BUMN.
Bareskrim mengamankan WN Taiwan berinisial YCY terkait 1,16 ton ketamin senilai Rp3,48 triliun yang diangkut kapal MT Global 168.
DPRD Kota Jogja meminta pengawasan tarif parkir diperketat menjelang liburan. Pemkot juga didorong menambah kantong parkir dan mengatur lalu lintas.