Sultan Jogja Beri Pesan untuk Veda dan Mario Aji Jelang GP Mandalika
Veda Ega Pratama dan Mario Aji menemui Sultan HB X jelang GP Mandalika 2026. Sultan berpesan agar keduanya tampil percaya diri dan pantang menyerah.
Ilustrasi kekerasan anak./Pixabay-Ulrike Mai
Harianjogja.com, BANTUL–Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bantul masih menjadi kendala yang serius. Data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat mencatat, hingga September 2025 sudah ada 38 kasus kekerasan seksual dan pencabulan.
Kepala UPTD PPA Bantul, Sylvi Kusumaningtyas menjelaskan, kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah ini menunjukkan tren fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 40 kasus, turun menjadi 29 kasus pada 2024, tetapi kembali meningkat pada 2025.
BACA JUGA: Ribuan Warga Bantul Terdeteksi Hipertensi
“Jumlahnya naik turun dari tiga tahun terakhir. Faktor utama masih pada pengawasan orang tua, pola pengasuhan, dan kurangnya kedekatan anak dengan orang tua,” kata Sylvi, Senin (22/9/2025).
Menurut dia, upaya penanganan terhadap penyintas dilakukan secara menyeluruh mulai dari asesmen, konseling, edukasi keluarga, pendampingan psikologis, hukum, hingga psiko-sosial. Sosialisasi ke masyarakat juga terus digencarkan untuk menekan angka kasus.
"Fenomena kekerasan seksual terhadap anak ini memang seperti gunung es, sehingga upaya untuk menekan selain dari sosialisasi yang komprehensif perlu juga keberanian dari korban dan keluarga untuk melapor," jelasnya.
Kepala DP3AP2KB Bantul, Ninik Istitarini menyatakan, selain kekerasan seksual, anak juga rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikis, penelantaran, hingga eksploitasi.
“Upaya untuk mengentaskan kasus ini juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk melapor. Kasus yang kami tangani rata-rata dialami korban baru, jarang sekali korban pada tahun sebelumnya kembali menjadi korban lagi,” jelas Ninik.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan, terutama pada anak. Laporan bisa disampaikan melalui call center SAPA 129, nomor 087738907000, atau langsung ke kantor UPTD PPA Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Ega Pratama dan Mario Aji menemui Sultan HB X jelang GP Mandalika 2026. Sultan berpesan agar keduanya tampil percaya diri dan pantang menyerah.
Trump menegaskan kesepakatan nuklir sipil AS-Arab Saudi hanya disetujui jika Riyadh bergabung dalam Perjanjian Abraham.
Gibran meminta AJBI memperkuat ekosistem beasiswa bagi Indonesia timur untuk menyiapkan SDM unggul melalui penjaringan talenta sejak SMA.
Seorang konsultan pajak resmi mendaftar sebagai bakal calon lurah Srimartani dan membawa visi pengembangan potensi pariwisata serta ekonomi kalurahan.
Bulog dan TNI menggelar Gerakan Pangan Murah di Banyumas dan Cilacap untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memudahkan masyarakat memperoleh bahan pangan.
Purbaya memastikan utang Whoosh diselesaikan tanpa membebani APBN. Pemerintah menyiapkan skema khusus di luar anggaran negara untuk KCIC.