Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, JOGJA—DPR RI memastikan dana keistimewaan (danais) 2026 tetap Rp1 triliun, tidak jadi dipotong sebagaimana diwacanakan sebelumnya menjadi Rp500 miliar. Menanggapi hal ini, Pemda DIY masih menunggu keputusan final di APBN.
Paniradya Pati Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho, menjelaskan saat ini proses pembahasan Rancangan APBN 2026 memang belum final, sehingga kepastian angka danais yang turun pun belum bisa bisa disampaikan. Untuk itu, ia masih menunggu kepastian hingga pengesahan APBN 2026.
Aris pun belum bisa memberikan komentar banyak soal kabar batalnya pemotongan danais 2026 ini. “Sekarang masih proses pembahasan, belum selesai. Nanti kalau sudah jadi APBN, kami baru bisa memberi komentar lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (22/9/2025).
BACA JUGA: Petugas Gagalkan 9 Kontainer Impor Mengandung Zat Radioaktif
Meski demikian ia mengapresiasi pemerintah pusat dan pihak-pihak yang memperjuangkan danais 2026 agar tidak dipotong. “Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak-ibu di DPR RI terhadap penggunaan Danais di DIY,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kabar danais yang tidak jadi dipotong disampaikan Anggota DPR RI, My Esti Wijayati. Ia mendapatkan informasi tersebut usai adanya keputusan nota kesimpulan antara Badan Anggaran DPR RI dan eksekutif dalam hal ini pemerintah Indonesia Danis DIY Rp1 triliun.
My Esti menceritakan, sudah sejak Juni lalu mengetahui Danais DIY 2026 hanya Rp500 miliar. Menurutnya hal tersebut diketahui dari draf buku nota keuangan dari pemerintah diberikan ke Banggar DPR RI.
Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan ini menuturkan, Danais DIY yang semula Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun merupakan lobi-lobi para wakil rakyat dari Dapil DIY. Ia sangat menghormati keputusan Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X yang tidak berkenan meminta tambahan danais.
BACA JUGA: Sidang Pembunuhan Sopir Taksi Online, Terdakwa Dituntut Mati
"Kalau begitu biarkan kami wakil rakyat dari DIY yang memperjuangkan. Terakhir rapat Kamis kemarin sudah diputuskan sudah masuk nota kesimpulan Banggar dengan pemerintah Rp1 triliun," ungkapnya.
Adapun danais sebesar Rp1 triliun sama dengan jumlah yang digelontorkan pemerintah pusat tahun ini. Jumlah tersebut juga telah melalui proses pemotongan oleh pemerintah pusat dari yang sebelumnya Rp1,2 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.