Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana perbaikan jalan rusak akibat longsor di Kapanewon Nanggulan yang menghubungkan Kapanewon Sentolo ke utaranya. Perbaikan ini dianggarkan oleh Pemda DIY untuk tiga bulan kontrak kerja, Minggu (9/2/2025).
Harianjogja.com, KULONPROGO–Perbaikan Jalan Sentolo-Nanggulan yang rusak akibat tanah longsor sejak Desember, 2024 lalu sudah mulai dikerjakan, Minggu (9/2/2025). Alat berat sudah berada di lokasi terputusnya jalan provinsi itu, pembangunan saluran air juga nampak dilakukan.
Sejumlah rambu-rambu lalu lintas yang menandakan perbaikan jalan juga sudah terpasang di Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan itu. Arus kendaraan di sana juga nampak seperti biasanya yang sepeda motor dapat melewati jalur darurat di sisi baratnya.
Seorang warga Wijimulyo yang bisanya berjaga mengatur arus lalu lintas di sana, Nur Rahman menyebut bahwa dimulainya proyek ini sejak Rabu (5/2/2025) kemarin. Saat itu dilakukan penataan lahan yang akan dilakukan perbaikan.
Kemudian alat berat datang ke lokasi rusaknya jalan pada Kamis (6/2/2025), jelas Rahman, berupa ekskavator. “Beberapa hari terakhir ini bikin selokan untuk saluran air biar tidak ada longsor susulan, supaya air dari bukit di sisi barat itu mengalir lancar ke sungai dan tidak mengganggu proyek,” paparnya.
Rahaman mengungkapkan warga di sekitar lokasi jalan rusak ini senang karena perbaikan sudah mulai dilakukan. Menurutnya warga Wijimulyo berharap jalan sudah rampung diperbaiki saat lebaran nanti mengingat saat momen tersebut akses masyarakat meningkat untuk silaturahmi.
BACA JUGA: Jalan Sentolo-Nanggulan Putus, Warga Wijimulyo Bangun Jalan Darurat Pakai Uang Pribadi
Informasi yang diterima Rahman dari pekerja proyek menyebut jalan ini sudah bisa dilewati saat lebaran nanti. “Memang informasinya butuh sekitar tiga bulan pengerjaan perbaikan, tapi kemarin dari proyek saat lebaran bisa mulai digunakan,” paparnya.
Perbaikan jalan yang memakan anggaran Rp2 miliar ini, menurut Rahman, diharapkan bersifat permanen agar tidak ada kejadian longsor berulang kedepannya. “Soalnya kalau tidak permanen malah terus diperbaiki anggaran juga makin banyak yang keluar,” tandasnya.
Sementara itu Panewon Nanggulan, Haryanto membenarkan secara fungsional jalan provinsi itu ditarget bisa beroperasi pada lebaran nanti. “Kalau kontraknya memang tiga bulan, tapi secara fungsional lebaran bisa dilewati, baik motor atau mobil,” terangnya.
Haryanto menjelaskan proyek tersebut berasal dari anggaran Pemda DIY. “Selain berharap agar diperbaiki secara permanen kami juga berharap agar masyarakat sekitar dapat diserap sebgai tenaga kerja,” katanya.
Beberapa warga Wijimulyo, menurut Haryanto, sudah menawarkan diri untuk jadi pekerja di proyek tersebut. “Bukan untuk yang tenaga ahli tapi yang buruh di lapangan seperti tukang angkut material atau lainnya, supaya bisa mengatasi pengangguran juga,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.