Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Ilustrasi seorang pelajar menikmati makanan program Makan Bergizi Gratis./Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gunungkidul bakal diliburkan selama seminggu awal Bulan Ramadan.
Komandan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan hal itu lantaran program MBG disesuaikan dengan adanya kegiatan libur sekolah di awal pelaksanaan ibadah puasa. “Sekolah libur. Jadi, kegiatan makan bergizi gratis dihentikan sementara saat awal Ramadan. Nanti setelah masuk dilanjutkan kembali,” kata Roni, Jumat (28/2/2025).
Dia menjelaskan, selama puasa juga ada perubahan menu makanan yang diberikan. Jika biasanya makanan yang diberikan berupa makanan siap saji, nantinya diganti dengan makanan kering yang bisa dibawa pulang. “Jadi harapannya bisa untuk berbuka puasa,” katanya.
Sejauh ini, kata dia, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Bumi Handayani. Secara umum, program makan bergizi gratis dapat berjalan lancar, namun ada beberapa catatan untuk perbaikan.
Sebagai contoh, kata Roni, beberapa kali ada temuan nasi yang disajikan terlalu lembek karena saat dimasak terlalu banyak air. Di sisi lain, ada buah pepaya yang disajikan belum terlalu matang. “Kami juga akan evaluasi untuk pelaksanaan yang lebih baik dengan kualitas menu tetap terjaga. Tetapi, secara umum, anak-anak Alhamdulillah suka dan makanan yang disajikan habis tersantap,” kata Roni.
BACA JUGA: Puasa, Skema Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Gunungkidul Masih Dikaji
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan telah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan makan bergizi gratis yang dimulai sejak 17 Februari 2025. Hingga saat ini, ia mengklaim pelaksanaan berjalan dengan lancar dan aman. “Pengawasan penting untuk memastikan program berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut dia, petugas puskemas telah disiagakan agar mengambil langkah cepat saat terjadi hal yang tak diinginkan. “Sudah kami koordinasikan. Petugas puskesmas telah siap mengambil tindakan Ketika terjadi kejadian seperti keracunan agar tertangani dengan cepat,” katanya.
Selain itu, sambung Ismono, sebelum program dijalankan juga telah memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petugas yang dipersiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk keamanan. “Ada 49 petugas yang dipersiapkan untuk memastikan keamanan pangan serta memahami standarisasi kesehatan dalam penyediaan makanan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
UIN Sunan Kalijaga masuk kelompok 801–1000 dunia THE WUR 2027 dan tercatat di posisi kedua nasional bersama sejumlah kampus Indonesia.
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Program JSB 2026 menargetkan 100.000 pekerja rentan di minimal 10 provinsi melalui bantuan JKK dan JKM selama enam bulan.
SDHI resmi mengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri secara mandiri setelah memperoleh Sertifikat Standar BUBU dari Kementerian Perhubungan.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.