Pendaftaran Ketua KONI Gunungkidul Dibuka, Ini Syaratnya
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Petugas Polsek Rongkop menunukan sinkhole yang ada di ladang di Padukuhan Weru, Botodayaan, Rongkop, Jumat (28/2/2025). Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Fenomena sinkhole atau tanah amblas berbentuk lubang terjadi di Padukuhan Weru, Botodayaan, Rongkop. Untuk keamanan di sekitar lokasi telah dipasangi garis polisi.
Jogoboyo Kalurahan Botodayaan, Selo mengatakan, sinkhole yang terjadi di tanah kalurahan yang dikelola warga setempat. Peristiwa ini pertama kali terlihat pada Kamis (27/2/2025) petang.
“Kamis siang terjadi hujan deras sehingga ada fenomena sinkhole di tanah didekat jalan yang menghubungkan dengan wilayah di Kalurahan Jepitu,” kata Selo saat dihubungi, Sabtu (1/3/2025).
BACA JUGA: Sinkhole 3 Meter Tiba-Tiba Muncul di Ponjong Gunungkidul, Warga Waswas
Sinkhole atau lubang runtuh adalah lubang besar yang terbentuk di permukaan tanah akibat tanah atau batuan di bawahnya amblas. Sinkhole dapat terjadi secara alami atau akibat aktivitas manusia.
Dia menjelaskan, fenomena tanah amblas yang terjadi memiliki diameter tiga meter dan kedalaman sepuluh meter. Kondisi ini membuat warga yang melintas menjadi was-was terutama bagi pengendaraa roda empat.
“Kalau sepeda motor mungkin tidak masalah, tapi kalau mobil terlalu berisiko karena jarak jalan dengan lokasi sinkhole sangat dekat,” ungkapnya.
Fenomena ini sudah dilaporkan ke BPBD Gunungkidul. Di sekitar lokasi juga telah dipasang garis polisi untuk keamanan. Pihak kepolisian juga telah mengimbau warga agar tidak beraktivitas di area temuan lubang tanah amblas ini.
“Warga yang melintas tetap harus berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
BACA JUGA: Sinkhole Selebar 10 Meter Muncul di Jepang, Begini Fakta-Faktanya
Selo menambahkan, fenomena sinkhole di tanah milik kalurahan itu bukan yang pertama. Pasalnya, tahun lalu juga ada amblasan yang sama, tak jauh dari temuan saat ini.
“Jadi tahun lalu juga ada temuan sinkhole,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sudah mendapatkan laporan berkaitan dengan kemunculan sinkhole di Kalurahan Botodayaan, Rongkop. Fenomena ini biasa terjadi di area tanah berkapur, khususnya saat musim hujan.
“Sinkhole muncul apabila air hujan menggenang terlalu lama dan airnya masuk ke lubang ponor sehingga membuat terjadinya tanah amblas,” katanya.
Adanya fenomena ini, Sumadi mengimbau kepada warga untuk tidak beraktivitas di dekat lokasi tanah amblas. “Takutnya ada tanah amblas susulan sehingga harus tetap berhati-hati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Jadwal SIM Keliling Sleman November 2026 tersedia di MPP, Sleman City Hall dan lokasi SIMMADE. Simak jam layanan serta persyaratannya.
AHY mengecam dugaan penyadapan ilegal yang dinilai mengancam demokrasi, keamanan negara, dan privasi masyarakat.
Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengungkap kerentanan jaringan 2G dan pentingnya pengawasan sistem LIMS untuk mencegah penyadapan ilegal.
Satpom Lanud Adisutjipto mengajak masyarakat tidak takut melapor jika menghadapi persoalan yang melibatkan anggota TNI AU.
Kemenkes mendistribusikan 3,8 juta masker, oksigen, obat-obatan, dan tenaga kesehatan untuk tujuh provinsi terdampak kabut asap karhutla.