Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah terus mempersiapkan program Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026. Program ini bertujuan menyediakan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan skema pembiayaan penuh dari pemerintah.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah diidentifikasi tiga lokasi potensial untuk Sekolah Rakyat, dua di antaranya berada di Sewon dan Sorowajan, Banguntapan, Bantul serta Samigaluh, Kulonprogo. Namun, hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Bantul belum menerima arahan resmi terkait program tersebut.
BACA JUGA: Soal Perkembangan Sekolah Rakyat, Ini Kata Mensos RI
"Kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh karena belum ada koordinasi dari pemerintah pusat maupun provinsi. Kami masih menunggu bagaimana koordinasi dari Pemda DIY dengan pusat," ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bantul, Gunawan Budi Santoso, Rabu (19/3/2025).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah warga miskin di Bantul pada 2023 tercatat 11,95 persen dari jumlah penduduk kemudian mengalami sedikit penurunan menjadi 11,66 persen pada 2024. Sementara itu, jumlah penduduk miskin ekstrem di Bantul pada 2023 mencapai 24.594 jiwa. Disinyalir data itu akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyasar penerima program Sekolah Rakyat.
Meskipun Pemda DIY sudah menyiapkan beberapa lokasi potensial, Pemkab Bantul masih menunggu instruksi lebih lanjut. "Kalau nanti ada sekolah yang muridnya sedikit dan lahannya memadai, bisa jadi opsi untuk Sekolah Rakyat. Namun, kami tetap menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat dan provinsi," tambah Gunawan.
Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono menyatakan, Pemda DIY siap mendukung program ini, asalkan terdapat sinergi yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah. "Kalau memang ada lahan kosong yang bisa dimanfaatkan, kami akan dorong program ini agar berjalan optimal. Yang penting, sekolah-sekolah yang saat ini kekurangan murid bisa dimanfaatkan untuk Sekolah Rakyat," ujar Beny.
BACA JUGA: Prabowo Bangun Sekolah Rakyat Khusus Anak-Anak Miskin, Dikelola Kemensos
Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat diharapkan bisa mengakomodasi pendidikan dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks. Selain pembelajaran formal, kurikulum juga akan mencakup pendidikan karakter dan keterampilan.
Pemerintah pusat telah menetapkan bahwa Sekolah Rakyat akan menerima peserta didik dari keluarga kategori desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Seleksi akan dilakukan melalui verifikasi status ekonomi dan tes akademik. Ke depan, Pemda DIY berencana mengusulkan lokasi-lokasi yang memungkinkan untuk program ini, termasuk sekolah-sekolah yang memiliki daya tampung cukup tapi kekurangan peserta didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.