ASEAN Sports Day 2026 di Jogja Angkat Egrang hingga Jemparingan
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
Suasana salat Idulfitri di Masjid Gedhe Kauman pada Senin (31/3/2025) (email)
Harianjogja.com, JOGJA–Ribuan umat Muslim memadati Masjid Gedhe Kauman, Jogja untuk melaksanakan Salat Idulfitri pada Senin (31/3/2025). Sejak pukul 06.00 WIB, pelataran masjid telah dipenuhi oleh jemaah yang datang dari berbagai penjuru kota. Salat Idulfitri sendiri dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Antusiasme umat Muslim dalam menyambut hari kemenangan terlihat jelas. Masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi ini tidak hanya dipenuhi oleh jemaah di bagian dalamnya, tetapi juga hingga ke area jalan dan trotoar di sekitar Alun-Alun Utara. Banyak di antara mereka datang bersama keluarga, mengenakan pakaian terbaik, sebagai simbol kebersihan hati di hari yang fitri.
Dalam pesannya, Mahli Zainudin Tago yang bertindak sebagai khatib menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah. Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk semakin mempererat persaudaraan dan menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk saling memaafkan.“Hari kemenangan ini bukan hanya bermakna selesainya ibadah puasa Ramadan, tetapi juga menjadi saat untuk membersihkan hati dari segala dendam dan kebencian,” ujar Mahli.
BACA JUGA : Sambut Hari Raya Idulfitri, Ini Pesan Wakil Presiden
Ia juga menambahkan bahwa Idulfitri adalah waktu yang tepat untuk bersyukur atas segala rahmat dan karunia Allah. Idulfitri memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Menurut Mahli, hari raya ini merupakan simbol kemenangan setelah satu bulan penuh berpuasa menahan hawa nafsu. Kemenangan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga spiritual, yaitu keberhasilan dalam mengendalikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah. “Puasa Ramadan melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, disiplin, dan penuh kasih sayang. Ketika Idulfitri tiba, kita merayakan kemenangan itu dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur,” jelasnya.
Hari raya ini juga disebut sebagai hari berbuka, di mana umat Islam kembali diperbolehkan untuk makan dan minum di siang hari setelah menjalani puasa selama sebulan. Selain itu, Idulfitri juga menjadi waktu yang istimewa untuk mempererat silaturahmi, baik dengan keluarga, sahabat, maupun tetangga.
Setelah salat Idulfitri, suasana hangat semakin terasa dengan tradisi saling bersalaman dan bermaafan di antara para jemaah. Banyak warga yang kemudian melanjutkan perayaan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara untuk bersilaturahmi.
Perayaan Idulfitri di Masjid Gedhe Kauman berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan. Momentum ini diharapkan dapat semakin mempererat persatuan umat Islam serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Olahraga tradisional Nusantara akan menjadi salah satu sajian utama dalam ASEAN Sports Day (ASD) 2026 yang digelar di Jogja pada 31 Agustus-6 September 2026
Pemkab Kulonprogo dan BOB mengawal kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo. Dari 3,47 km, masih tersisa 2,47 km yang belum terbangun.
Lomba Mewarnai dan Menggambar Wayang Jadi Cara Disbud DIY Kenalkan Warisan Budaya kepada Anak
Kuota LPG 3 kg 2026 diproyeksi jebol. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi mencapai 8,67 juta ton atau 108,46% dari kuota.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY mendorong pelajar Sekolah Rakyat untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan literasi keuangan
Sleman memperbaiki 32 saluran irigasi dengan dukungan APBN untuk menjaga kebutuhan air pertanian saat puncak musim kemarau.