Advertisement

Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul

Newswire
Kamis, 03 April 2025 - 09:57 WIB
Maya Herawati
Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul Patroli wisata oleh polisi wanita Polres Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta di kawasan wisata pantai selatan Bantul, DIY. Antara - ist/Humas Polres Bantul

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Untuk menciptakan situasi kondusif dan menjamin keamanan di kawasan wisata selama libur Lebaran 2025, petugas Polres Bantul mengintensifkan patroli di tempat-tempat wisata.

"Patroli wisata diintensifkan sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, seperti pencurian, perkelahian, kemacetan, kecelakaan lalu lintas hingga kecelakaan air," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) AKBP Novita Eka Sari dalam keterangannya di Bantul, Rabu (3/4/2025).

Advertisement

Menurut dia, patroli dilakukan dengan mengerahkan anggota patroli Sabhara, Lalu Lintas, hingga polwan. Beberapa tempat wisata yang menjadi sasaran pengamanan antara lain kawasan pantai selatan, hutan pinus Mangunan Dlingo dan tempat wisata lainnya dipadati pengunjung.

"Kami bersama instansi terkait telah menempatkan petugas di sejumlah tempat wisata, termasuk kawasan pantai untuk memastikan keamanan wisatawan. Karena biasanya orang yang berkunjung ke pantai tidak tahu situasi dan kondisi pantai yang ada," katanya.

BACA JUGA: Okupansi Hotel di DIY Turun 20% Dibandingkan Lebaran Tahun Lalu

Dia mengatakan, wisata Pantai Parangtritis misalnya, dikenal memiliki karakteristik alam berbahaya berupa palung laut, yang sering kali tidak disadari oleh wisatawan yang asyik bermain air laut.

Menurut dia, karakteristik pantai selatan Bantul ini yang menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan laut atau wisatawan terseret arus pantai selatan DIY.

"Air laut yang tenang di Pantai Parangtritis, kadang membuat wisatawan terbuai untuk terus maju, kemudian tiba-tiba mereka terperangkap di palung," katanya.

Pihaknya berharap, wisatawan pantai selatan DIY mematuhi tanda bahaya berupa bendera merah sebagai penanda keberadaan palung laut.

"Kami mengimbau para wisatawan untuk tidak segan-segan meminta bantuan petugas bila diperlukan. Laporkan kepada petugas kami, bila terjadi sesuatu ataupun pada saat memerlukan bantuan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi

Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan 32 Persen, Jadi Ancaman Serius Sektor Perdagangan Indonesia

News
| Jum'at, 04 April 2025, 04:47 WIB

Advertisement

alt

Dusun Mlangi dan Jejak Islam di Jogja

Wisata
| Minggu, 23 Maret 2025, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement