Festival Layang-Layang Internasional Kembali ke Bantul, Ini Jadwalnya
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
Tidak ada foto
Harianjogja.com, BANTUL — RSUD Panembahan Senopati tengah melakukan transformasi menuju penerapan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), seiring dengan regulasi terbaru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 59/2024. Direktur RSUD Panembahan Senopati, dr. Atthobari menyampaikan, pihaknya tengah mempersiapkan seluruh standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, menjelang implementasi nasional pada 1 Juli 2025.
"Kami sekarang sedang dalam proses penyesuaian. Semua rumah sakit di Indonesia nantinya akan menerapkan sistem KRIS, menggantikan sistem kelas 1, 2, dan 3 dalam BPJS Kesehatan, " jelas dr. Atthobari, Rabu (9/4/2025).
Dalam skema KRIS, seluruh kamar rawat inap akan disamaratakan berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan, termasuk jumlah maksimal empat tempat tidur per ruang, fasilitas AC, pencahayaan standar, kamar mandi dalam, dan penyekat berupa gorden antar tempat tidur. Dengan demikian, standar pelayanan diharapkan lebih merata dan adil bagi seluruh pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Saat ini, RSUD Panembahan Senopati telah menyelesaikan renovasi dua bangsal yang telah sesuai standar KRIS, mencakup sekitar 45 tempat tidur. "Kami sedang menyiapkan dua bangsal lagi, agar pada 1 Juli nanti semua unit rawat inap kami sudah terstandar," imbuhnya.
Secara keseluruhan, rumah sakit milik Pemkab Bantul ini memiliki kapasitas 290 tempat tidur. Sementara untuk ruang VIP, dr. Atthobari menyebut bahwa fasilitas tersebut tetap dipertahankan dan tidak terdampak oleh kebijakan KRIS. "Yang dihapus itu sistem kelas 1, 2, dan 3. VIP masih ada dan tetap beroperasi seperti biasa," ujarnya.
Ia juga menjelaskan, beberapa ruang yang sebelumnya berisi enam tempat tidur dengan kamar mandi di luar, kini telah dirombak dan ditata ulang agar sesuai standar baru. “Kami tidak menambah tempat tidur, tetapi menstandarkan fasilitas yang sudah ada,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara menyatakan, penerapan KRIS sebenarnya bukan wacana baru. "Sudah direncanakan sejak lama. Namun, setelah Perpres keluar, koordinasi langsung dilakukan dengan seluruh rumah sakit untuk mulai menyesuaikan," ucapnya.
Menurut Agus, tantangan terbesar adalah pada pembiayaan dan teknis perombakan ruangan. “Bayangkan, dari satu ruangan berisi delapan tempat tidur harus diubah jadi empat. Butuh anggaran, tenaga, dan waktu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JIKF 2026 digelar di Parangkusumo, diikuti 17 negara. Festival layang-layang ini dorong wisata dan ekonomi kreatif Jogja.
OJK menyebut scam digital mengancam kepercayaan publik. Hingga Juni 2026, IASC menerima lebih dari 608.000 laporan dengan Rp674 miliar berhasil diamankan.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.