Satpol PP Sleman Tertibkan 1.791 Spanduk dan Reklame Selama 2026
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sleman sedang memotong pohon tumbang di salah satu ruas jalan di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Kamis (10/4/2025). - ist/ BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 25 rumah di sejumlah kapanewon rusak pada Kamis (10/4/2025).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan ada empat kapanewon/ kecamatan terdampak, seperti Ngaglik, Minggir, Tempel, dan Seyegan. Kapanewon Minggir, Sleman menjadi wilayah dengan rumah paling banyak terdampak.
Rincian kejadian tersebut, yaitu Kapanewon Ngaglik ada enam kejadian dengan lima di antaranya pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah. Satu kejadian berupa atap rumah/ genteng yang beterbangan.
Di Kapanewon Minggir ada 17 kejadian yang berupa pohon tumbang, tiang listrik roboh, dan genteng beterbangan. Tiang listrik yang roboh tersebut ada di Kalurahan Sendangrejo. Lalu, di Kapanewon Tempel dan Seyegan hanya ada masing-masing satu kejadian dengan pohon dan ranting tumbang.
Setelah menerima laporan tersebut, BPBD Sleman kemudian melakukan asesmen dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, dan mendistribusikan bantuan darurat.
“Data kami himpun per pukul 15.30 WIB. Kalau kejadiannya pukul 13.20 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa untuk kejadian ini,” kata Bambang dihubungi, Kamis (10/4/2025).
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Terjadi di DIY 4 Hari ke Depan, Bantul Siaga Banjir dan Longsor
Ketua Tim Kerja Penanganan Pengungsi dan Logistik Bencana BPBD Sleman, Dwi Harjanto, mengatakan BPBD bekerja sama dengan Kalurahan Siaga Bencana (KSB) akan memberikan logistik baik pangan maupun nonpangan.
Koordinasi tetap perlu dilakukan agar tidak ada pemberian dobel logistik kepada keluarga/ warga terdampak di empat kapanewon tersebut.
“Dari BPBD memang akan memberikan logistik pangan dan nonpangan. Kami akan melihat situasi kondisi lapangan juga, begitu pun kondisi warga terdampak. Kalau warga terdampak masih kategori nonmiskin, kami tidak akan memberikan logistik. Cukup penanganan dari Tim Reaksi Cepat saja,” kata Dwi.
Dwi mengaku ketersediaan logistik di Gudang BPBD Sleman menipis. Sebab itu, pemberian jenis logistik memang perlu dibedakan mengacu pada status perekonomian warga.
“KSB milik Dinsos itu juga punya stok logsitik pangan dan nonpangan. Mereka bisa mem-backup. Stok kami menipis,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan