Cuaca Ekstrem Pangkas Hasil Tangkapan Nelayan Gunungkidul
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Ilustrasi perselingkuhan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pegawai perempuan di Pemkab Gunungkidul berinisial JS mengajukan banding atas putusan pemecatan terhadap dirinya karena kasus perselingkuhan. Sanksi pemberhentian dengan hormat bukan atas permintaan sendiri dijatuhkan di awal Februari 2025.
Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai, BKPPD Gunungkidul, Sunawan mengatakan, JS yang merupakan pegawai di Kapanewon Panggang dinyatakan bersalah karena berselingkuh dengan S, bekerja di Kapanewon Purwosari. Kasus mencuat karena adanya laporan dari salah satu pasangan yang terlibat perselingkuhan.
Upaya pemeriksaan pun dilakukan hingga kedua pegawai dinyatakan bersalah dan dijatuhi sanksi pemberhentian dengan hormat bukan atas permintaan sendiri. Adapun tersangka S menerima hasil pemecatan ini karena sudah akan pensiun.
BACA JUGA: Tabrak Truk Parkir, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Bantul
Adapun pelaku JS, tidak terima keputusan pemecatan sehingga mengajukan banding ke Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara. Ia tidak tahu pasti penyebab mengajukan banding, namun dilihat dari masa kerja maupun usia, yang bersangkutan belum berhak mendapatkan pensiun.
“Kalau S tetap mendapatkan hak pensiun karena usia lebih dari 50 tahun dan masa kerja lebih dari 25 tahun. Sedangkan JS, belum ada sehingga tidak mendapatkan pensiun,” katanya, Selasa (15/4/2025).
Pihaknya siap meladeni upaya banding yang dilakukan oknum pegawai ini. Hingga sekarang masih dalam proses dan hasilnya belum keluar.
“Intinya kebijakan pemberhentian sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Kepala BKPPD Gunungkidul, Iskandar mengatakan, kedua pegawai terlibat perselingkuhan dipecat karena melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Pasal 3 huruf F.
Selain itu, juga disangkakan melanggar Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri.
“Juga sudah ada klarifikasi terhadap yang bersangkutan yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!