Cegah Banjir, Gunungkidul Usulkan Pengerukan 20 Sungai
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
Ilustrasi perselingkuhan. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pegawai perempuan di Pemkab Gunungkidul berinisial JS mengajukan banding atas putusan pemecatan terhadap dirinya karena kasus perselingkuhan. Sanksi pemberhentian dengan hormat bukan atas permintaan sendiri dijatuhkan di awal Februari 2025.
Kepala Bidang Status Kinerja dan Kesejahteraan Pegawai, BKPPD Gunungkidul, Sunawan mengatakan, JS yang merupakan pegawai di Kapanewon Panggang dinyatakan bersalah karena berselingkuh dengan S, bekerja di Kapanewon Purwosari. Kasus mencuat karena adanya laporan dari salah satu pasangan yang terlibat perselingkuhan.
Upaya pemeriksaan pun dilakukan hingga kedua pegawai dinyatakan bersalah dan dijatuhi sanksi pemberhentian dengan hormat bukan atas permintaan sendiri. Adapun tersangka S menerima hasil pemecatan ini karena sudah akan pensiun.
BACA JUGA: Tabrak Truk Parkir, Pengendara Sepeda Motor Tewas di Bantul
Adapun pelaku JS, tidak terima keputusan pemecatan sehingga mengajukan banding ke Badan Pertimbangan Aparatur Sipil Negara. Ia tidak tahu pasti penyebab mengajukan banding, namun dilihat dari masa kerja maupun usia, yang bersangkutan belum berhak mendapatkan pensiun.
“Kalau S tetap mendapatkan hak pensiun karena usia lebih dari 50 tahun dan masa kerja lebih dari 25 tahun. Sedangkan JS, belum ada sehingga tidak mendapatkan pensiun,” katanya, Selasa (15/4/2025).
Pihaknya siap meladeni upaya banding yang dilakukan oknum pegawai ini. Hingga sekarang masih dalam proses dan hasilnya belum keluar.
“Intinya kebijakan pemberhentian sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya.
Kepala BKPPD Gunungkidul, Iskandar mengatakan, kedua pegawai terlibat perselingkuhan dipecat karena melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil Pasal 3 huruf F.
Selain itu, juga disangkakan melanggar Pasal 14 Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian Bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri.
“Juga sudah ada klarifikasi terhadap yang bersangkutan yang dilaksanakan pada 25 Januari 2025,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 aliran sungai di Gunungkidul diusulkan dikeruk untuk mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan.
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.
Mabes TNI memantau TMMD ke-130 di Bantul. Progres pembangunan talut mencapai 55%, cor beton 65%, serta jalan dan gorong-gorong 85%.
Pemkot Jogja menyiapkan bantuan biaya pengobatan bagi korban kericuhan Malioboro ber-KTP Jogja yang belum tercover pembiayaan kesehatan.
Lima tokoh dan kelompok seni budaya Kulon Progo menerima penghargaan 2026 atas kiprah mereka melestarikan tradisi dan kesenian lokal.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.