Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Sejumlah pengunjung terlihat berkumpul di kawasan Pantai Kukup di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (18/4/2025). – ist/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Pantai di Gunungkidul mulai ramai dikunjungi wisatawan di awal long weekend, Jumat (18/4/2025). Para pengunjung diminta terus berhati-hati untuk mengurangi risiko kecelakaan laut.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, memasuki libur panjang yang bertepatan dengan libur nasional, kawasan Pantai ramai dikunjungi wisatawan. Meski tidak menyebut secara pasti, namun secara kasat mata, ia menilai ada peningkatan ketimbang jumlah kunjungan di hari biasa. “Ada kenaikan karena jumlah yang datang lebih ramai dari biasanya,” kata Marjono, Jumat siang.
Ia memastikan, kondisi kunjungan di hari pertama long weekend berjalan dengan lancar dan situasinya aman terkendali.
Pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menerjunkan seluruh personel yang berjumlah 64 petugas, untuk berjaga-jaga di kawasan Pantai mulai dari Poktunggal hingga Bukit Paralayang di Kapanewon Purwosari.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya dilakukan melalui pemantauan di Posko SAR. Pasalnya, juga ada personel diterjunkan untuk berbaur dengan wisatawan yang sedang bermain di Pantai.
“Upaya pengawasan terus dilakukan dan saat ada yang bermain di area berbahaya langsung diingatkan. Ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko terjadinya kecelakaan laut,” kata Marjono.
BACA JUGA: Kesepakatan Tarif AS dan Indonesia Maksimal 60 Hari, Ini Tawaran Masing-Masing Negara
Ditambahkan dia, juga sudah ada pemasangan papan-papan peringatan agar pengunjung tidak bermain di area berbahaya.
“Tugas kami hanya mengawasi dan membantu saat terjadi suatu peristiwa. Makanya, untuk keselamatan bersama juga butuh partisipasi pengunjung agar tidak bermain di area berbahaya,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa di Wilayah 1 di Pantai Sadeng. Menurut dia, libur panjang dimanfaatkan Masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Pantai mulai dari Siung hingga Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo.
“Hari ini [Jumat] lebih ramai dari biasanya karena bertepatan dengan momen libur nasional,” katanya.
Ia mengakui dengan melonjaknya jumlah pengunjung, maka upaya pengawasan terus dilakukan agar tidak terjadi suatu insiden menyangkut dengan keselamatan pengunjung. “Kami terus mengimbau kepada wisatawan untuk tidak bermain di area berbahaya. Kami juga mengintesifkan kegiatan patroli di Pantai untuk mengingatkan secara langsung ke pengunjung yang berada di rawan kecelakaan laut,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, belum bisa memastikan berapa pengunjung wisata yang mendatangi destinasi di Bumi Handayani. Ia berdalih, proses rekap baru dilakukan saat malam hari dan saat sekarang kunjungan masih berlangsung.
“Kalau libur, memang ada peningkatan pengunjung. Tapi, untuk jumlahnya masih menunggu data rekapan dari tiket masuk yang terjual,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.
Cuaca DIY 25 Agustus 2026 diprediksi cerah. BMKG mengingatkan warga mewaspadai panas dan risiko kebakaran lahan.