Libur Panjang Dongkrak Wisata Sleman, Merapi-Prambanan Jadi Primadona
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN–Universitas Gadjah Mada (UGM) akan segera melakukan pemeriksaan disiplin kepegawaian kepada EM, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM yang sebelumnya diberhentikan dari jabatan tetap sebagai dosen karena kasus kekerasan seksual.
Setelah diberhentikan dari jabatan dosen tetap, kini EM dihadapkan pada proses lain yakni pemeriksaan disiplin kepegawaian. Sekretaris Universitas (SU) Universitas Gadjah Mada, Andi Sandi Antonius Tabusassa menjelaskan pemeriksaan disiplin kepegawaian terhadap EM rencananya akan dilakukan awal Mei nanti.
BACA JUGA: Cegah Dokter PPDS Melakukan Kekerasan Seksual, Ini yang Dilakukan RSA UGM
"Awal bulan kami akan mulai dengan proses pemeriksaan. Awal bulan kami akan jalan untuk proses itu," tegas Sandi pada Rabu (23/4/2025)
UGM kata Sandi akan berhati-hati dalam melakukan pemeriksaan ini. Karena pemeriksaan ini berkaitan erat dengan hak seseorang.
"Kami sangat berhati-hati untuk pemeriksaan ini karena terkait dengan hak seseorang. Makanya kami melakukannya dengan hati-hati. Awal bulan kami akan mulai untuk pemeriksaan," tandasnya.
Pemeriksaan EM pada Mei nanti akan menjadi pemanggilan pertamanya pada aspek disiplin kepegawaian. "Itu pemanggilan pertama, disiplin, kami fokus di dua hal kan, etik dan disiplin," terang Sandi.
Usai pemeriksaan, hasil rekomendasi akan diserahkan tim pemeriksa ke Rektor UGM. Rektor UGM selanjutnya meneruskan hasil rekomendasi ke Menteri.
"Setelah pemeriksaan, kami akan menyampaikan rekomendasi hasil pemeriksaan kepada Bu Rektor dan Bu Rektor akan menyampaikan kepada Menteri. Keputusan akhir ada pada Menteri," jelasnya.
Ditanya soal akan memakan waktu berapa lama pemeriksaan ini, Sandi mengatakan lebih cepat lebih baik. Namun cepat bukan berarti grusa-grusu.
"Seperti saya sampaikan sebelumnya, kami akan bergerak dengan cepat untuk menyelesaikan ini. Lebih cepat lebih baik," ujarnya.
"Tapi bukan berarti terus grusa-grusu, kami juga harus hati-hati. Karena ini dampaknya nanti konsekuensinya akan panjang kalau kemudian ada cacat dari sisi legalitas atau proses," tandasnya.
Di sisi lain Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menambahkan hingga Rabu (23/4/2025) kepolisian belum menerima adanya laporan kasus kekerasan seksual dari korban maupun dari pihak UGM.
"Kami belum menerima laporan baik dari korban maupun pihak UGM dan sebagai langkah pro aktif kami sudah berkoordinasi juga dengan pihak UGM, kalau enggak salah pekan kemarin kami sudah ke sana dan memang sampai saat ini belum ada laporan yang masuk," ujarnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.