BIGBANG Tambah Konser Jakarta 17 Januari 2027, Ini Jadwal Presale Tiketnya
BIGBANG menambah konser Jakarta menjadi dua hari, 16–17 Januari 2027. Simak jadwal presale V.I.P Membership, BCA, Indosat, dan penjualan umum.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL--Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk mencari jalan keluar agar TPST Modalan bisa lebih optimal dalam pengolahan sampah.
Pasalnya, dari November 2024 hingga saat ini TPST Modalan hanya mampu mengolah sampah 10 ton perhari. Padahal, TPST yang dibangun dengan menggunakan dana loan Bank Dunia sebesar Rp20,8 miliar itu digadang-gadang mampu mengolah sampah sampai 49 ton per hari.
Adapun kendala yang dihadapi, Bupati Halim mengaku telah mengetahui. Mulai dari persoalan alat hingga penataan ruang. Sehingga, hal ini berdampak kepada optimalisasi kinerja dari TPST Modalan dalam pengolahan sampah.
"Kami minta untuk terus diperbaiki [alat dan mesin TPST Modalan]. Yang kurang-kurang [sarana dan prasarana] itu diperbaiki, kapasitas yang masih rendah juga harus ditingkatkan. Mesin yang tidak beres harus dibereskan dulu," kata Halim, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: Bantah Alat Rusak, Ini Alasan DLH Bantul Kenapa TPST Modalan Hanya Mampu Olah 10 Ton Sampah Per Hari
Menurut Halim, usai peresmian TPST Modalan, dirinya juga telah meminta kepada pihak kontraktor pembangunan TPST Modalan untuk hati-hati dalam membangun. Selain itu, Pemkab Bantul juga meminta adanya simulasi agar mesin yang ada bisa berjaan optimal.
"Bahkan ada beberapa bangunan itu yang saya minta untuk diubah, seperti hanggar itu terlalu nanjak. Kami minta untuk dibikin landai, karena itu masih dalam tahap pemeliharaan," ungkap Halim.
Dengan adanya perbaikan tersebut, Halim berharap TPST Modalan secepatnya bisa optimal dalam pengelolaan. Sebab, saat ini gap sampah di Bantul masih cukup tinggi.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengakui sampai saat ini TPST Modalan belum optimal dalam mengolah sampah. Sebab, ada kendala pada peralatan mesin. .Selain itu, ia juga mengaku para pekerja juga masih harus beradaptasi. Bambang juga membantah kabar bahwa mesin yang ada di TPST Modalan mengalami kerusakan.
"Kalau mesin tidak ada masalah. Memang ada komponen alat yang dudukannya bergeser sehingga perlu disetel," kata Bambang.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto menyatakan, berdasarkan pematauannya beberapa waktu lalu, ada kerusakan alat di TPST Modalan yang membuat kinerja TPST tidak optimal. Pasalnya, sejauh ini TPST dengan sistem insenerator itu hanya mampu mengolah sampah 10 ton per hari.
"Yang di Modalan itu alatnya rusak. Suku cadangnya khusus dan tidak bisa asal diberikan suku cadang lokal. Sehingga harus menunggu jika ingin diperbaiki. Dan, saat ini kelihatannya juga masih menuggu kedatangan suku cadang," paparnya.
Datin berharap, persoalan alat yang ada di TPST Modalan bisa segera teratasi. Sehingga diharapkan, dengan beroperasionalnya TPST Modalan, ITF Niten dan TPST Dingkikan, persoalan sampah bisa segera teratasi.
"Kalau sudah bisa optimal, saya yakin, masalah sampai selesai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIGBANG menambah konser Jakarta menjadi dua hari, 16–17 Januari 2027. Simak jadwal presale V.I.P Membership, BCA, Indosat, dan penjualan umum.
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Mendag Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan Sleman dan menekankan pentingnya menjaga harga wajar bagi produsen dan konsumen.
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Polresta Jogja memeriksa pemilik food truck dan dua jukir terkait dugaan pungli saat berjualan di Alun-Alun Kidul Jogja.