Indonesia Raih 39 Medali di Asian Games 2026, Peringkat 16
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 di peringkat ke-16 dengan 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL--Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat untuk mencari jalan keluar agar TPST Modalan bisa lebih optimal dalam pengolahan sampah.
Pasalnya, dari November 2024 hingga saat ini TPST Modalan hanya mampu mengolah sampah 10 ton perhari. Padahal, TPST yang dibangun dengan menggunakan dana loan Bank Dunia sebesar Rp20,8 miliar itu digadang-gadang mampu mengolah sampah sampai 49 ton per hari.
Adapun kendala yang dihadapi, Bupati Halim mengaku telah mengetahui. Mulai dari persoalan alat hingga penataan ruang. Sehingga, hal ini berdampak kepada optimalisasi kinerja dari TPST Modalan dalam pengolahan sampah.
"Kami minta untuk terus diperbaiki [alat dan mesin TPST Modalan]. Yang kurang-kurang [sarana dan prasarana] itu diperbaiki, kapasitas yang masih rendah juga harus ditingkatkan. Mesin yang tidak beres harus dibereskan dulu," kata Halim, Jumat (25/4/2025).
BACA JUGA: Bantah Alat Rusak, Ini Alasan DLH Bantul Kenapa TPST Modalan Hanya Mampu Olah 10 Ton Sampah Per Hari
Menurut Halim, usai peresmian TPST Modalan, dirinya juga telah meminta kepada pihak kontraktor pembangunan TPST Modalan untuk hati-hati dalam membangun. Selain itu, Pemkab Bantul juga meminta adanya simulasi agar mesin yang ada bisa berjaan optimal.
"Bahkan ada beberapa bangunan itu yang saya minta untuk diubah, seperti hanggar itu terlalu nanjak. Kami minta untuk dibikin landai, karena itu masih dalam tahap pemeliharaan," ungkap Halim.
Dengan adanya perbaikan tersebut, Halim berharap TPST Modalan secepatnya bisa optimal dalam pengelolaan. Sebab, saat ini gap sampah di Bantul masih cukup tinggi.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengakui sampai saat ini TPST Modalan belum optimal dalam mengolah sampah. Sebab, ada kendala pada peralatan mesin. .Selain itu, ia juga mengaku para pekerja juga masih harus beradaptasi. Bambang juga membantah kabar bahwa mesin yang ada di TPST Modalan mengalami kerusakan.
"Kalau mesin tidak ada masalah. Memang ada komponen alat yang dudukannya bergeser sehingga perlu disetel," kata Bambang.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Datin Wisnu Pranyoto menyatakan, berdasarkan pematauannya beberapa waktu lalu, ada kerusakan alat di TPST Modalan yang membuat kinerja TPST tidak optimal. Pasalnya, sejauh ini TPST dengan sistem insenerator itu hanya mampu mengolah sampah 10 ton per hari.
"Yang di Modalan itu alatnya rusak. Suku cadangnya khusus dan tidak bisa asal diberikan suku cadang lokal. Sehingga harus menunggu jika ingin diperbaiki. Dan, saat ini kelihatannya juga masih menuggu kedatangan suku cadang," paparnya.
Datin berharap, persoalan alat yang ada di TPST Modalan bisa segera teratasi. Sehingga diharapkan, dengan beroperasionalnya TPST Modalan, ITF Niten dan TPST Dingkikan, persoalan sampah bisa segera teratasi.
"Kalau sudah bisa optimal, saya yakin, masalah sampai selesai," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 di peringkat ke-16 dengan 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.