Kekeringan Belum Berakhir, Bantuan Air Bersih Gunungkidul Berlanjut
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
Salah seorang petani di Padukuhan Ploso, Giritirto saat melakukan perawatan tanaman bawang merah di lahan yang dimiliki. Senin (28/4/2025). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Giritirto, Purwosari Gunungkidul lebih memilih menanam bawang merah ketimbang tanaman padi. Hal ini tak lepas dari keuntungan yang diperoleh lebih tinggi hingga sepuluh kali lipat.
Lurah Giritirto, Hariyono mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir, warganya memilih menanam bawang merah ketimbang padi. Menurut dia, tanaman bawang dinilai lebih prospektif karena memiliki keuntungan yang lebih tinggi.
“Kalau tanam padi, sekali tanam hanya mendapatkan hasil Rp12 juta,” katanya, Senin (28/4/2025).
Kondisi berbeda didapatkan petani di Giritirto saat memanen bawang merah. Pasalnya, sambung Hariyono, pada saat panen bisa mendapatkan hasil mencapai Rp125 juta.
“Yang akan panen [bawang merah] saat ini, sudah ada yang menawar Rp90 juta. Ini jelas lebih prospektif ketimbang menanam padi atau tanaman pangan lainnya dan yang menanam bawang merah juga semakin banyak,” katanya.
Salah seorang warga di Padukuhan Ploso, Giritirto, Purwosari, Kasiyem mengatakan, sudah menanam bawang merah sejak lima tahun lalu. Ia tidak menampik, budidaya ini lebih menguntungkan ketimbang komoditas tanaman pangan, tapi tetap melakukan penanaman padi saat awal musim hujan.
“Setelah panen padi sekali, langsung saya Ganti untuk menanam bawang merah agar mendapatkan untung yang lebih,” katanya.
Kasiyem mengakui di musim tanam perdana bawang merah, menanam benih seberat satu kuintal. Diperkirakan saat panen yang berlangsung awal Mei mampu menghasilkan seberat 60 kuintal.
“Harganya juga bagus karena diperkirakan bisa mendapatkan hasil sekitar Rp60 juta sekali panen,” katanya.
Menurut dia, dari sisi perawatan juga tidak mengalami kesulitan. Meski ada serangan hama seperti ulat dan jamur, namun dengan perawatan secara berkala, hama-hama ini bisa tertangani sehingga tanaman bawang merah dapat tumbuh subur.
“Kalau serangan hama, saya tanggulangi dengan penyemportan pupuk rutin dua hari sekali,” katanya.
Disinggung mengenai biaya untuk perawatan, Kasiyem mengungkapkan hingga memasuki masa panen membutuhkan biaya operasional sekitar Rp6 juta. “Masih ada untung dan lebih menguntungkan ketimbang ketimbang menanam padi atau lainnya. Jadi, pasti setiap tahun terus menanam bawang merah guna memeroleh penghasilan yang lebih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.
JAFF 2026 mengusung tema Influx dan menghadirkan 254 film dari 34 negara. Festival berlangsung di Jogja pada 28 November–5 Desember 2026.
Houthi mengklaim melancarkan enam operasi militer, termasuk menyasar Bandara Riyadh dan fasilitas Saudi Aramco. Arab Saudi belum mengonfirmasi laporan tersebut.
Real Madrid menang 3-0 atas Valencia di Mestalla. Los Blancos kini mengoleksi 30 poin, sama dengan Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol.
Polri mengidentifikasi 58 WNI menjadi korban dugaan TPPO berkedok rekrutmen tentara bayaran Rusia dengan iming-iming gaji Rp50 juta.
Penembakan massal di Krakow, Polandia, menewaskan enam orang. Tiga jenazah ditemukan di rumah pelaku dan pemerintah menetapkan berkabung nasional.