Advertisement
Masalah Jantung Sejak Lahir, Pengobatan Hingga Operasi Dikover BPJS
Peserta BPJS Kesehatan, Tenri Wira Pertiwi, saat ditemui di RS Bethesda, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja
Advertisement
JOGJA—Tenri Wira Pertiwi harus bolak-balik RSUP Dr Sardjito setiap tiga bulan untuk kontrol rutin anaknya yang memiliki penyakit jantung. Dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, Warga Baciro ini bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis bagi anaknya bahkan sampai operasi di Jakarta.
Tenri menjelaskan anaknya memiliki masalah jantung, sehingga perlu perawatan khusus sejak bayi. Ketika lahiran, ia sudah menggunakan JKN untuk mengkover kelahiran anaknya. “Kemudian perawatan pasca lahir, di Sardjito menggunakan BPJS,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Advertisement
Dalam pertumbuhannya, anaknya mendapatkan Penanganan dan Dukungan Khusus (PDA) Stunting dan pengobatan penyakit jantung setiap bulan yang dikover BPJS Kesehatan. Anaknya juga sudah menjalani operasi Bi-directional Cavo-pulmonary Shunt (BCPS) di Jakarta secara gratis.
BACA JUGA: Harga Tiket Masuk Gembira Loka Selama Liburan Sekolah 2025 dan Jam Bukanya
“Operasinya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta. Karena di Sardjito untuk kasus anak saya, informasi dari dokternya belum bisa. Jadi harus ke Jakarta. Operasi kedua, fontan, nanti juga diharapkan bisa dikover BPJS,” ungkapnya.
Operasi fontan adalah prosedur bedah jantung yang digunakan untuk mengobati kelainan jantung bawaan, khususnya pada pasien dengan ventrikel tunggal. Prosedur ini bertujuan untuk menciptakan jalur bagi darah yang kembali ke jantung agar langsung mengalir ke paru-paru.
Selain untuk anaknya, Tenri dan keluarga semuanya sudah menjadi peserta BPJS. Ia mengaku selama menggunakan BPJS Kesehatan untuk mengakses layanan kesehatan sangat terbantu. “Karena untuk prosedurnya tidak ada kendala, dari faskes 1, faskes lanjutan dan dirujuk ke Jakarta pun tidak ada kendala berarti,” paparnya.
Manfaat BPJS Kesehatan juga sangat terasa dalam mendapatkan obat-obatan bagi anaknya. Karena menurutnya jika tidak dikover BPJS, obat-obat tersebut cukup mahal. “Kalau untuk sakit seperti anak saya obatnya tidak murah,” kata dia.
Tenri juga biasa menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses layanan kesehatan. Menurutnya aplikasi tersebut cukup membantu para peserta karena memudahkan dalam pendaftaran dan rujukan. “Bisa melihat rujukan habis sampai kapan, melihat antrean,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








