Kelok 23 Diuji Coba, Bantul Siapkan Penataan Parangtritis dan Depok
Anggaran penataan Parangtritis dan Depok pada 2027 belum maksimal karena penerimaan bagi hasil retribusi baru dihitung sekitar enam bulan.
Ilustrasi buaya. Antara
Harianjogja.com, BANTUL–Kemunculan seekor buaya di Sungai Progo, wilayah Juwono, Kalurahan Triharjo, Bantul, membuat warga resah. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengevakuasi atau menangkap buaya tersebut.
Lurah Triharjo, Suwardi menyebut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah mendatangi lokasi kemunculan pada Selasa (3/6/2025) sore. Namun, kunjungan itu sebatas survei lokasi dan mewawancarai saksi mata yang pernah melihat buaya.
BACA JUGA: Buaya Kembali Muncul di Sungai Progo Bantul, Warga Diimbau Tak Beraktivitas Sendirian
“Petugas dari DKP DIY dan BKSDA Bantul kemarin ke lokasi, mengecek area kemunculan buaya dan mewawancarai tiga orang saksi,” kata Suwardi, Rabu (4/6/2025).
Ia mengatakan belum ada tindak lanjut berupa penangkapan atau pengamanan hewan liar itu. Warga, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, merasa khawatir.
“Kesimpulan dari kemarin itu masih akan dibahas di tingkat provinsi. Saat ini posisi kewenangan juga baru dilimpahkan dari BKSDA ke DKP,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat sudah meminta agar ada penanganan lebih lanjut, mengingat potensi ancaman keselamatan.
“Warga berharap buaya bisa segera ditangani karena mereka resah. Tapi kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari DKP DIY,” ujar Suwardi.
Meski demikian, sebagian warga masih beraktivitas di pinggir sungai. Pemerintah kalurahan mengimbau agar warga tidak melakukannya sendirian.
“Tetap kami imbau jangan beraktivitas sendiri, apalagi dekat sungai,” katanya.
Suwardi menambahkan, dugaan sementara buaya muncul karena sedang mencari mangsa. Di sekitar lokasi sering terlihat kawanan burung, yang diduga menarik perhatian hewan predator tersebut.
“Beberapa warga melihat buaya itu muncul saat ada burung di pinggir sungai. Cara kemunculannya juga seperti sedang mengendap untuk memangsa,” ungkapnya.
Pihak DKP DIY sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya dalam penanganan buaya tersebut. Kepala DKP DIY, Hery Sulistio Hermawan, belum merespons saat dihubungi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran penataan Parangtritis dan Depok pada 2027 belum maksimal karena penerimaan bagi hasil retribusi baru dihitung sekitar enam bulan.
Wamen Ekraf Irene Umar mendorong penguatan QRIS untuk mempermudah pembayaran lintas negara bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
Nelayan Bantul kembali melaut setelah gelombang tinggi mereda. BMKG mengingatkan potensi gelombang 2,5-4 meter di perairan selatan DIY.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.