Satpol PP Bantul Bongkar Lokasi Produksi Miras Oplosan
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Foto ilustrasi uang rupiah - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah pusat telah menetapkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk pegawai yang pendapatannya di Bawah Rp3,5 juta.
Di Kabupaten Bantul sendiri prosesnya sedang disiapkan oleh Disnaker dan BPJS ketenagakerjaan, hal ini karena penerima BSU harus terdaftar aktif di BPJS ketenagakerjaan.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Rina Dwi Kumaladewi, menjelaskan di wilayahnya sudah mulai dilaksanakan proses penyaluran BSU. Para penerima akan mendapatkan bantuan Rp.300 ribu perbulan.
"Melalui Permen tersebut di Bantul juga sudah dilaksanakan, tetapi sesuai aturan pelaksananya melalui BJPS ketenagakerjaan sebagai sumber data pekerja yg berhak mendapatkan," kata Rina kepada Harianjogja.com, Senin (9/6/2025).
"Kriteria penerima peserta aktif PU BPJS Ketenagakerjaan cut off April 2025 dengan upah dibawah Rp.3.500.000, bukan ASN/TNI atau Polri dan juga tidak menerima bantuan PKH. Penyaluran melalui Bank BRI, Mandiri, BTN, BNI, atau BSI. Disalurkan Rp.300 ribu perbulan untuk dua bulan dibayarkan sekaligus," kata Rina.
Disnakertrans Bantul menegaskan penyaluran BSU akan dilakukan oleh Kemenaker Pusat pusat usai verifikasi dan validasi dari BPJS Ketenagakerjaan Bantul.
Jika ingin mengecek penerima, masyarakat bisa membuka Web BSU (https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id/) atau melalui aplikasi JMO.
BACA JUGA: Kasus Penggantian Plat Nomor BMW Mahasiswa UGM Naik ke Tahap Penyidikan
"Nanti pada akhirnya yang akan menyalurkan BSU adalah Kemenaker pusat, setelah prosess verifikasi dan validasi pertama oleh BPJS, setelah itu dikirim ke Kemenaker, kemudian oleh kemnaker akan di verifikasi dan validasi lagi dengan syarat yang telah ditentukan yaitu penerima PKH tidak berhak menerima BSU," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul membongkar lokasi produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi. Petugas menyita 10 galon bahan baku, botol miras siap edar, dan sejumlah alat
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.