PSIM Targetkan Poin Hadapi Persebaya, Ondrej Rudzan Tekankan Pembenahan Tim
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
Konferensi pers Porda DIY 2025 Gunungkidul di Gedung KONI DIY, Kota Jogja, Sabtu (21/6/2025). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta (Porda DIY) 2025 akan segera digelar pada 9 hingga 18 September mendatang. Kabupaten Gunungkidul yang bertindak sebagai tuan rumah telah menyiapkan sebagian besar venue pertandingan, meskipun sejumlah cabang olahraga akan diselenggarakan di luar kabupaten tersebut.
Ketua Panpel Porda DIY 2025, Rumpis Agus Sudarko mengungkapkan terdapat 46 venue pertandingan secara keseluruhan. Dari jumlah tersebut, 35 venue berada di Gunungkidul, sementara sisanya tersebar di Kabupaten Sleman sebanyak tujuh venue, Bantul satu venue, Kulonprogo satu venue, dan Kota Jogja dua venue.
“Beberapa venue memang berada di luar Gunungkidul karena keterbatasan fasilitas yang tidak memungkinkan dibangun dalam waktu singkat,” ujar Rumpis saat konferensi pers, Sabtu (21/6/2025).
Ia mencontohkan cabang olahraga golf yang akan dilaksanakan di luar daerah karena Gunungkidul belum memiliki lapangan golf yang mumpuni. Selain itu, beberapa cabor seperti dayung, panjat tebing, hingga balap sepeda juga dilangsungkan di luar Gunungkidul.
Untuk balap sepeda sendiri terdapat dua venue yang berada di Sleman. Balap sepeda BMX diselenggarakan di Youth Center Sleman, sedangkan sepeda gunung akan digelar di lereng Gunung Merapi. Cabor lainnya, angkat berat dilangsungkan di Condongcatur Sleman, dan futsal di GOR Among Rogo Kota Jogja.
Dalam Porda 2025 ini, akan dipertandingkan total 46 cabor, 51 sub cabor, dan 549 nomor pertandingan. Total atlet yang sudah terverifikasi sebanyak 4.031 atlet.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto menegaskan bahwa pihaknya siap menyambut ajang olahraga ini. Ia pun mengaku puas meski beberapa cabor tidak dilangsungkan di wilayahnya. Menurutnya, jumlah 35 venue Porda di Gunungkidul sudah melampaui target.
“Kalau dihitung dari 46 cabor, berarti sekitar 76 persen ada di gunungkidul padahal target kami hanya 50 persen. Jadi sudah lampaui target venue,” kata Supriyanto.
Beberapa fasilitas olahraga di Gunungkidul yang akan digunakan diantaranya Stadion Handayani, GOR Siyono, lapangan voli pasir, lapangan voli indoor, lapangan tenis, serta beberapa fasilitas milik kelurahan, sekolah, dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang ada di Gunungkidul.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Kabupaten Gunungkidul optimistis dapat sukses menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan Porda 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja bersiap menghadapi Persebaya. Ondrej Rudzan ingin Laskar Mataram membenahi permainan dan membawa pulang poin dari Surabaya.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.
Sebanyak 189.473 warga Sleman menerima MBG hingga 16 September 2026. Belum ada sekolah yang dicoret dari daftar penerima.
Kutu kebul menyerang 2.000 batang melon petani di Banguntapan, Bantul. Tanaman gagal panen dan menyebabkan kerugian jutaan rupiah.