Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Foto ilustrasi sekolah rakyat, dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) mencatat ada 24 anak asal Gunungkidul yang diterima dalam program sekolah rakyat di DIY. Dipastikan calon siswa yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekretaris Dinas Sosial P3A Gunungkidul, Nurudin Araniri mengatakan, hasil pengumuman untuk seleksi program sekolah rakyat sudah keluar. Adapun hasilnya ada 25 anak asal Bumi Handayani diterima dalam program yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial ini.
“Ada yang mendaftar sebanyak 76 anak, tapi setelah dilakukan seleksi ada 25 anak yang diterima,” kata Nurudin, Ahad (13/7/2025).
Meski demikian, ia mengakui tidak semua anak untuk melanjutkan ke sekolah rakyat yang setara dengan Pendidikan tingkat SMA ini. Pasalnya, ada satu pendaftar yang mengundurkan diri dengan alasan temannya tidak diterima di program ini. “Jadi yang diterima hanya 24 anak,” ungkapnya.
Nurudin memastikan, proses seleksi berjalan dengan transparan. Sebelum diumumkan, calon peserta tidak hanya melewati seleksi administrasi, tapi juga ada kunjungan rumah untuk verifikasi.
Di sisi lain, seluruh siswa yang diterima merupakan anak dari keluarga miskin yang terdat dalam DTSEN. “Jadi tidak ada titipan karena murni dan ada seleksi lapangan sebelum hasil diumumkan,” katanya.
Rencananya, calon siswa yang diterima akan belajar di dua sekolah rakyat di dua lokasi. Sebanyak 23 anak akan bersekolah di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahetraan Sosial di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Adapun satu siswa akan belajar di Balai Terpadu dr. Soeharso di Kalurahan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. “Jadi sudah ada lokasi untuk belajar calon siswa asal Gunungkidul di sekolah rakyat di DIY,” katanya.
BACA JUGA: BMKG: Fenomena Suhu Dingin Bediding Akan Terjadi hingga September 2025
Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Gunungkidul, Herjun Pangaribowo mengatakan, berbeda dengan sekolah umum, di sekolah rakyat akan berbasis asrama. Oleh karena itu, para siswa yang diterima wajib menginap di mess yang telah dipersiapkan.
“Siswa akan tinggal di asrama dan semua fasilitas dan kebutuhan yang ada akan dipersiapkan,” kata Herjun.
Rencananya pembelajaran di sekolah rakyat dimulai bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru 2025-2025 yang dimulai pada Senin (14/7/2025). “Sekolah rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan menengah bagi keluarga miskin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.