Penataan Kawasan Kumuh di Sleman Terkendala Status Tanah Kas Desa
Pemkab Sleman belum bisa menata kawasan kumuh yang berdiri di atas tanah kas desa. Status lahan harus diubah menjadi Sultan Ground terlebih dahulu.
Penyidik Kejati DIY menggeledah Kantor Diskominfo Sleman. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN—Penggeledahan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomnifo) Kabupaten Sleman oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY beberapa waktu lalu menyebabkan psikologi pegawai sedikit terganggu. Hal ini diakui oleh Kepala Diskominfo Sleman, Budi Santosa.
Meski sempat psikologi pegawai sempat terganggu, kegiatan di Dinas tetap berjalan normal dan lancar. Budi memastikan penggeledahan tersebut tidak mengganggu pelayanan yang diberikan oleh Dinas kepada masyarakat.
“Kemarin Kamis [28 Juli 2025] memang ada penggeledahan oleh Kejati di kantor. Secara langsung maupun tidak langsung tentu hal tersebut mempengaruhi psikologi para pegawai Kominfo,” kata Budi dikonfirmasi, Senin (18/7/2025).
Budi menjelaskan penggeledahan dilakukan Kejati DIY tersebut berkaitan dengan proses penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bandwidth internet tahun anggaran 2022-2024 dan pengadaan sewa Collocation Disaster Recovery Center (DRC) tahun anggaran 2023-2025.
Pihaknya tetap mendukung dan menghormati proses hukum yang berjalan saat ini. Dia juga menegaskan akan melakukan perbaikan tata kelola pengadaan barang dan jasa untuk ke depannya.
“Kami berkomitmen menghormati dan mendukung proses hukum yang saat ini berjalan dan tentu saja kami akan melakukan perbaikan-perbaikan proses maupun pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan ketugasan kami,” katanya.
BACA JUGA: Modus Penipuan Gadai Barang Lewat Facebook, Pelaku Bawa Kabur Motor
Kasi Penerangan Hukum Kejati DIY, Herwatan, mengatakan pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
“Setelah beberapa hari lalu kami menggeledah Dinas Kominfo, kami masih akan memeriksa saksi,” kata Herwatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman belum bisa menata kawasan kumuh yang berdiri di atas tanah kas desa. Status lahan harus diubah menjadi Sultan Ground terlebih dahulu.
Kolaborasi Purana dan Puragraph di Jogja ubah lukisan Abundance jadi busana artistik, hadirkan konsep “livable art” yang unik.
DPUPKP Sleman targetkan proyek jalan dan jembatan mulai akhir Juni 2026, total 14 paket pekerjaan disiapkan.
Gubernur Jateng dorong desa jadi pemasok Program MBG, libatkan BUMDes dan koperasi untuk perkuat ekonomi lokal.
Korban gempa Venezuela capai 1.430 jiwa, lebih dari 300 gempa susulan terjadi, ribuan warga luka dan kehilangan tempat tinggal.
Gunung Semeru erupsi 4 kali, kolom abu capai 1.000 meter. Status siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.