Advertisement
Dinkes Jogja Klaim Leptospirosis Sudah Terkendali
Leptospirosis / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja menilai penyebaran leptospirosis di wilayahnya mulai terkendali. Sebab, hingga awal Agustus 2025, Dinkes menyatakan belum ada tambahan kasus leptospirosis.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi, Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Lana Unwanah menyampaikan saat ini belum ada tren peningkatan kasus leptospirosis. Dinkes mencatat hingga saat ini kasus leptospirosis mencapai 21 kasus. Saat ini pun tidak ada pasien yang dirawat di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Advertisement
BACA JUGA: Pemkot Jogja Tetapkan KLB Leptospirosis, Ini Alasannya
“Leptospirosis aman, belum ada penambahan kasus, dan jangan sampai ada lagi yang meninggal dunia,” katanya, Rabu (6/8/2025).
Meski begitu, menurut Lana, masyarakat masih diminta untuk mewaspadai penyakit yang ditularkan karena kencing tikus tersebut. Hal itu menurutnya lantaran hingga Juli 2025 telah ada tujuh orang penderita leptospirosis yang meninggal dunia.
Dia menuturkan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Kewaspadaan Leptospirosis pada awal Juli 2025. Dalam SE tersebut, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut terutama saat beraktivitas di genangan air. Saat beraktivitas disana, masyarakat diminta untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut.
“Kebersihan lingkungan juga penting. Rumah yang bersih bisa mencegah tikus bersarang,” katanya.
Sementara, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menuturkan Pemkot Jogja telah menyiagakan seluruh puskesmas dan rumah sakit (RS) untuk menangani penyakit tersebut.
“Obat-obatan kami siapkan, rumah sakit siaga. Tapi yang tidak kalah penting adalah pencegahan dari hulu,” kata Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Bidik Dugaan Korupsi Sengketa Lahan di Kawasan Wisata Nasional
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Gempa Pacitan: Rumah dan Talut di Gunungkidul Rusak
- 34 Ribu Warga Sleman Nonaktif PBI JK, Bisa Ajukan Reaktivasi Bersyarat
- Revitalisasi Pasar di Bantul Ditunda, Anggaran untuk Pemeliharaan
- Bantul dan Jogja Terdampak Gempa, 40 Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit
- BNNK Sleman Edukasi Narkoba lewat Upacara Bendera, Sasar 4.142 Siswa
Advertisement
Advertisement



