Kulonprogo Kembangkan Menoreh Jadi Pusat Wellness Tourism
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
Foto ilustrasi warga menerima bansos beras 10 Kg- Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog menyalurkan bantuan berupa beras ke Kabupaten Kulonprogo. Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulonprogo sebagai kepanjangan tangannya sudah menyalurkan 1.009,42 ton beras di wilayahnya. Jumlah sebanyak itu disalurkan kepada 50.471 penerima di 12 kapanewon di Kulonprogo.
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi di DIY Seusai dengan Target
Kepala Dispertapa Kulonprogo, Drajat Purbadi menjelaskan, penyaluran sebanyak itu dilakukan sejak Juni hingga awal Agustus ini. Menurutnya, instansinya hanya bertugas membantu penyaluran dan mengecek kualitas beras.
"Data penerimanya dari pusat yang dikhususkan masyarakat tidak mampu. Penyalurannya sejak Juni sampai awal Agustus ini sudah selesai diberikan semuanya," katanya, Rabu (6/8/2025).
Setiap penerima masyarakat tidak mampu mendapatka bantuan beras sebanyak 20 kilogram. Drajat menjelaskan, bantuan pangan berupa beras ini dari cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi masyarakat tidak mampu. Menurutnya, bantuan beras menjadi paket stimulus di bidang ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat di 2025.
"Kebijakan ekonomi yang diperuntukan untuk masyarakat miskin," imbuhnya. Dia menuturkan, total seribu ton lebih beras yang disalurkan tiap kapanewon besarannya berbeda-beda. Termasuk jumlah penerima bantuan pangan atau PBP tiap kapanewonnya pun berbeda-beda.
Drajat mengungkapkan, Kapanewon Sentolo menjadi jumlah yang paling banyak PBP mencapai 5.817 dengan total beras disalurkan mencapai 116,340 ton. "Kedua terbanyak Kapanewon Pengasih dengan jumlah penerima 5.710 PBP dengan total beras mencapai 114,200 ton," tuturnya. Sedangkan Kapanewon Temon menjadi yang paling sedikit hanya ada 2.453 PBP dengan total beras 49,060 ton.
Sementara di kapanewon lainnya rata-rata PBP 3 ribuan sampai 4 ribuan. Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan mendorong untuk peningkatan bantuan dan fasilitas pendukung pertanian. Seperti misalnya pendampingan, pelatihan maupun pemasaran produk pertanian. Tidak sekadar hanya memberikan bantuan bahan pokok saja. Diharapkan kemandirian dan penguatan ketahanan pangan dapat terwujud di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Bareskrim Polri ajukan Red Notice Interpol untuk Lukmanul Hakim, bandar sabu jaringan internasional yang diduga operasi plastik.