Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja mencanangkan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) di wilayah-wilayah, salah satunya di Kelurahan Purwokinanti, Pakualaman. Untuk menguatkan program ini, sejumlah unsur termasuk Bhabinkamtibmas dilibatkan dalam pelaksanaannya.
Di Kelurahan Purwokinanti, telah digelar sosialisasi program Mas Jos pada Selasa (5/8/2025) di Kantor Kelurahan Purwokinanti. Sosialisasi ini melibatkan DLH Kota Jogja, Lurah Purwokinanti, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Forum Bank Sampah, Tim Penggerak (TP) PKK, perwakilan RW dan RT, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.
Kegiatan ini mendukung program Pemerintah Kota Jogja dalam mengatasi persoalan sampah. Adapun Mas Jos merupakan tindak lanjut Surat Edaran Walikota Jogja No. 100.3.4/2620/2025 tentang Pemilihan Sampah Dari Sumber Sampah.
BACA JUGA: Gubernur Jawa Timur Minta Warga Tidak Mengibarkan Bendera One Piece
Program ini mengajak masyarakat menerapkan lima langkah utama, yaitu memilah sampah sesuai jenis, menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan atau food waste dan menggunakan wadah berulang.
“Polsek Pakualaman melalui Bhabinkamtibmas berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan program ini bersama unsur-unsur lainnya,” ujar Bhabinkamtibmas Purwokinanti, Aiptu Sujiman, yang mengikuti sosialisasi Mas Jos tersebut.
Kehadiran personel kepolisian memastikan program berjalan efektif sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban selama sosialisasi maupun implementasi di lapangan, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sebagai proyek percontohan, program Mas Jos di Kemantren Pakualaman telah berhasil menurunkan volume sampah dari 10 ton menjadi 2,5 ton per hari. Sosialisasi ini diharapkan mendorong masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri, dengan DLH menargetkan pengurangan volume sampah minimal 20 persen di setiap kelurahan melalui evaluasi rutin bulanan.
Lurah Purwokinanti, Moch Ismail, menuturkan warga Purwokianti telah menerapkan pemilahan sampah dari rumah dengan gerakakan Pilah Sampah Dari Rumah. Gerakan ini mengharuskan semua warga mengelola atau memilah sampah dari rumah masing-masing. “Rumah tangga sudah memilah sampahnya menjadi organik, anorganik dan residu,” katanya.
Kemudian pendistribusian sampah yang sudah terpilah ini dibagi sesuai jenisnya. Untuk sampah organik, warga mengelolanya sendiri dengan beberapa metode seperti biopori, biopori jumbo, ember tumpuk, lubang sisa dapur (lusida) hingga pembuatan pupuk organik cair dengan ecoenzim.
“Lalu untuk sampah anorganik, kami mempunyai bank sampah di setiap RW. Ada 10 RW, masing-masing mempunyai bank sampah. Jadi harapannya sampah dari anorganik disalurkan sebagai nasabah bank sampah di masing-masing RW,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.