Kejahatan DIY Merajalela, Penjaga TPR Parangtritis Disabet Celurit
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Suasana TPR Parangtritis, Rabu (4/5/2022) siang./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul tengah menyiapkan inovasi baru guna meningkatkan daya saing sektor pariwisata lokal. Kepala Dispar Bantul, Saryadi mengungkapkan pihaknya akan meluncurkan platform pembelian tiket wisata secara daring bernama Beti Sakebon (Beli Tiket Wisata ke Bantul Online).
"Untuk pembuatan dan perancangan kami bekerja sama dengan pihak kampus," katanya, Sabtu (9/8/2025).
Platform ini akan terintegrasi dengan sistem pemesanan tiket destinasi wisata di seluruh Bantul dan dirancang untuk memberikan kemudahan wisatawan melakukan transaksi secara praktis, baik melalui aplikasi maupun situs web.
“Beti Sakebon hadir sejalan dengan tren digitalisasi dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang inovatif serta efisien,” ujar Saryadi.
BACA JUGA: Pejalan Kaki Patah Tulang Tertabrak Motor di Jalur Cepat Ringroad Dongkelan Bantul
Saryadi menambahkan, pengembangan Beti Sakebon juga menjadi momentum evaluasi terhadap aplikasi Jelajah Bantul yang telah tersedia dalam format APK dan website. Dispar akan menganalisis kekurangan aplikasi tersebut agar bisa diintegrasikan atau disinergikan dengan layanan baru.
Sejak akhir 2023, Bantul sebenarnya telah menerapkan sistem pembayaran digital atau e-tiket retribusi di destinasi wisata yang dikelola Pemkab. Wisatawan dapat memilih metode pembayaran tunai atau non-tunai melalui QRIS dan Zeepos. “Pembayaran digital mempermudah wisatawan bertransaksi sekaligus mengoptimalkan rekapitulasi PAD sektor pariwisata secara real time,” jelasnya.
Menurut Saryadi, sistem cashless ini juga meningkatkan akuntabilitas keuangan. “Uang langsung masuk ke rekening Pemkab, jadi tidak ada lagi petugas TPR yang memegang uang tunai,” ujarnya.
Selama ini, Pemkab Bantul baru bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY melalui aplikasi Visiting Jogja untuk layanan tiket online. Dengan adanya Beti Sakebon, Bantul untuk pertama kalinya akan memiliki platform pembelian tiket retribusi yang dikelola secara mandiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.