Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—PT Petani Milenial Sleman bersama Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) dan Champion Cabai Indonesia melakukan ekspor salah satu varietas cabai rawit ke beberapa negara Asia, seperti Jepang. Ekspor ini menjadi cara untuk menahan harga cabai agar tetap di atas Break Even Point (BEP).
CEO PT Petani Milenial Sleman, Isnaini Baroroh, mengatakan ekspor yang lakukannya dapat menghindarkan petani dari kerugian akibat anjloknya harga cabai di pasaran. Sebab itu, ada rencana perluasan ekspor ke negara-negara di timur tengah.
Isnaini menjelaskan harga cabai sempat jatuh mendekati BEP. PT Milenial Sleman kemudian membeli cabai petani di atas BEP dan menjualnya ke luar negeri. Harga per kilogram (kg) cabai rawit sempat menyentuh Rp17.000 – Rp18.000.
“Kami kemudian membeli di harga Rp20.000. Biar pertani tidak merugi. Terus kami ekspor ke luar negeri,” kata Isnaini dihubungi, Minggu (10/8/2025).
BACA JUGA: Tol Jogja-Solo: Kontraktor Akan Beri Tali Asih 2 Lahan Sultan Ground
Isnaini menambahkan PT Petani Milenial Sleman berupaya menyerap cabai rawit 9 ton tiap pekannya. Mereka akan menyimpan cabai itu di coldstorage sebelum diekspor ke luar negeri. Per hari, perseroan bisa mengekspor 1 ton cabai.
Perseroan berupaya agar cabai dapat diekspor ke banyak negara. Perluasan ekspor kemungkinan menyasar ke Arab Saudi. Kebutuhan cabai di luar negeri memang besar. Namun, saat ini mereka baru bisa mengekspor 1 ton per hari.
“Kami baru trial and error. Prinsipnya, kalau harga cabai turun di tingkat petani, kami beli dan kami ekspor ke luar negeri,” katanya.
Disinggih ihwal kendala, cabai busuk dan hama patek menjadi faktor yang menurunkan nilai dan kualitas cabai. Cabai yang diekspor haruslah petik tangkai. Cabai yang masih bertangkai akan cepat membusuk meski masuk lemari pendingin.
Guna menjaga mutu ini, PT Milenial Sleman bekerja sama dengan kelompok wanita tani (KWT), dan masyarakat.
“Kerja sama dengan KWT juga bisa memberi tambahan penghasilan, terkhusus ibu rumah tangga yang tergabung di dalamnya,” ucapnya.
Ketua Komda Petani Milenial Sleman, Taufik Mawaddani, mengatakan keberhasilan mempertahankan harga cabai di atas BEP adalah kebahagiaan petani dan tujuan PT Petani Milenial Sleman.
“Kami ingin wadah Petani Milenial Sleman selalu bermanfaat untuk siapa pun, khususnya para petani di Sleman dan sekitarnya,” kata Taufik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.