MBG Ditolak di Bantul, Warga Soroti Keracunan hingga Anggaran
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Ilustrasi nasi kotak. - Freepik
arianjogja.com, BANTUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul sejauh ini berjalan tanpa laporan kasus keracunan. Meski aman dikonsumsi, sejumlah siswa menilai cita rasa menu yang diberikan masih kurang memuaskan alias hambar.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) Bantul menyebut MBG di Bumi Projotamansari telah menjangkau 46 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dengan total penerima 23.995 siswa dan delapan SPPG bertugas melayani distribusi tersebut.
Sekretaris Dikpora Bantul, Titik Sunarti, memastikan tidak ada laporan kasus keracunan MBG di wilayahnya. “Di Bantul sampai saat ini tidak ada laporan [kasus keracunan MBG],” katanya Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, pencegahan dilakukan dengan monitoring dan evaluasi rutin, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN), serta komunikasi aktif melalui grup WhatsApp antara SPPG dan BGN.
Berdasarkan pantauan Harian Jogja di lapangan, siswa SMAN 1 Sewon mengatakan bahwa lauk yang disajikan sering kali terasa hambar.
“Rasanya hambar setiap hari. Menu makan kemarin, sayur kacang panjang rebus tidak ada rasanya, tempenya juga hambar,” ungkapnya saat ditemui, Kamis (14/8/2025).
BACA JUGA: Pejabatnya Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Biji Kakao, Ini Tanggapan UGM
Menurut dia, keluhan ini bukan hanya dirasakannya sendiri, melainkan juga teman-temannya yang kerap menyisakan makanan. Meski demikian, ada menu yang selalu habis disantap siswa, yaitu susu yang dibagikan. “Menu MBG yang selalu habis itu susunya,” ujarnya.
Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Sewon, Rozani, menegaskan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan sebelum membagikan MBG kepada siswa.
“Sampel kami cek kelayakan dan memastikan tidak ada yang basi. Kalau aman, baru didistribusikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski hasil pemeriksaan aman, sekolah tetap menyiapkan lebih dari satu sampel untuk memastikan keamanan.
Lalu sisa makanan yang tidak dihabiskan siswa tidak dibuang sembarangan, melainkan diambil kembali oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk dikelola.
Sebelum didistribusikan, pihak SPPG juga menginformasikan menu dan kandungan gizinya. Untuk hari ini Kamis (14/8/2025), paket MBG di SMAN 1 Sewon berisi nasi, telur orak-arik, oseng tempe, capcay, pisang, dan susu.
Berdasarkan data SPPG, paket ini mengandung energi 706,21 Kkal, protein 26 gram, lemak 19,2 gram, dan karbohidrat 108 gram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Doa bersama di YASANTI Bantul menjadi ruang penolakan MBG. Kelompok masyarakat menyoroti keracunan, anggaran, dan desain kebijakan.
Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda Jogja Jumat 18 September 2026 di Berbah Sleman. Cek lokasi, syarat BPJS Kesehatan, dan biaya PNBP.
Krisis air bersih masih melanda Imogiri, Bantul. Bantuan 20 tangki air bersih disalurkan untuk warga terdampak kekeringan di Sriharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 18 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja mulai pukul 05.00 hingga malam.
Dua atlet menembak dan dua pelatih asal Gunungkidul siap bertanding di Asian Games Jepang. Pemkab janjikan penghargaan bagi yang berprestasi.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.