Dewa 19 hingga God Bless Tampil Orkestra di Jogja Rockphonic
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Ilustrasi sampah organik - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, menggencarkan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang digagas Pemerintah Kota Jogja. Program ini menjadi salah satu upaya untuk menekan volume sampah harian yang dihasilkan warga.
Lurah Pandeyan, Sugiyanto, mengatakan saat ini produksi sampah di wilayahnya mencapai sekitar enam ton per hari. Melalui program Mas Jos, jajarannya berupaya mengurangi angka tersebut secara bertahap.
“Yang penting kami terus berupaya mengurangi dari angka enam ton per hari itu, makanya perlu kerja sama dengan wilayah, transporter, bank sampah, dan masyarakat,” ujar Sugiyanto, Kamis (21/8/2025).
Menurut Sugiyanto, hasilnya sudah terlihat dengan adanya pengurangan volume sampah jika dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya. Meski belum bisa menargetkan berapa ton sampah yang harus berkurang sampai akhir tahun, ia optimistis gerakan ini bisa memberi dampak positif.
Ia menegaskan, penanganan persoalan sampah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari hulu hingga hilir, agar masalah persampahan di Jogja bisa teratasi. Terlebih, keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri bagi kota dengan kepadatan tinggi seperti Jogja.
BACA JUGA: Tersangka Korupsi Minyak Mentah Riza Chalid Jadi Buron Kejagung
Untuk mendukung gerakan ini, Kelurahan Pandeyan mengembangkan bank sampah yang kini sudah berjumlah 13 unit. Warga dapat menabung sampah yang dipilah sesuai jenisnya, mulai dari kardus, kertas, hingga barang rongsokan. Sampah yang terkumpul akan ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan.
Menariknya, hasil tabungan sampah tersebut dimanfaatkan warga untuk berbagai kegiatan, salah satunya membiayai piknik bersama. Warga Pandeyan bahkan telah berhasil menggelar kegiatan rekreasi dengan dana yang terkumpul dari bank sampah. “Warga ada yang sengaja menabung sampai akhir tahun untuk dipakai piknik. Jadi, ada manfaat ekonomi yang dirasakan langsung, sekaligus memicu kesadaran bahwa sampah bisa diolah dan dimanfaatkan,” kata Sugiyanto.
Selain untuk kegiatan sosial, program bank sampah ini juga mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pemilahan dan pengolahan sampah. Kesadaran yang mulai tumbuh di tingkat warga menjadi modal penting untuk menekan beban sampah yang selama ini menumpuk di depo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja Rockphonic 2026 hadirkan Dewa 19, Burgerkill, dan God Bless dalam konser rock orkestra megah di Stadion Kridosono Jogja.
Muhammadiyah Games 2026 resmi dibuka di UAD, jadi ajang pembinaan atlet dan kompetisi olahraga lintas jenjang pendidikan.
PPIH Arab Saudi siapkan skema murur haji 2026 agar lansia tak turun di Muzdalifah demi kelancaran Armuzna.
Persis Solo menang 1-0 atas Dewa United di Manahan, jaga peluang bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.