Advertisement

Kisah Bule Tampung Perajin Lokal di Hamesha Studio, Karyanya Menembus Pasar Eropa

Newswire
Minggu, 24 Agustus 2025 - 00:27 WIB
Sunartono
Kisah Bule Tampung Perajin Lokal di Hamesha Studio, Karyanya Menembus Pasar Eropa Co Founder Hamesha Studio Zaira Bertels. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Banyak penanaman modal asing (PMA) yang masuk ke Indonesia khususnya DIY dengan beragam produk yang dihasilkan. Namun tidak semuanya membawa semangat dan idealisme berkelanjutan dan ramah lingkungan serta menyatukannya menjadi ekosistem hidup para perajian atau karyawan.

Sebuah studio atau masyarakat mengenalnya sebagai pabrik yang berada di perbatasan dengan DIY-Jawa Tengah tepatnya di Lumbungrejo, Tempel, Sleman bernama Hamesha Studio menjadi salah satu dari sekian kecil yang membawa semangat tersebut. Studio ini beroperasi dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Co Founder Hamesha Studio Zaira Bertels mengatakan di studio tersebut telah menampung sedikitnya 100 orang perajin yang sebagian besar merupakan warga lokal untuk bekerja. Mereka bekerja sesuai kemampuan masing-masing mulai dari bertindak sebagai tukang kayu, pandai besi, perajin keramik, pembuat jok, penenun hingga pemahat batu.

BACA JUGA: Begini Keberlanjutan Ekspor ke AS Menurut Disperindag DIY

"Sungguh ini menjadi sebuah misi. Saya tidak tahu hal lain apa yang ada di bawah satu atap. Tetapi di sini kami mengembangkannya, melibatkan banyak orang dan menciptakan banyak lapangan kerja," katanya, Sabtu (23/8/2025).

Hasil karya pun lebih banyak diarahkan untuk ramah lingkungan. Salah satunya bengkel tempat produksi sejenis gerabah berbahan tanah liat. Proses pembuatan pun sangat unik dengan memadukan konsep tradisional dan modern. Salah satu ciri produknya ada lekukan di bagian ujung gerabah sehingga terlihat estetis.

Bengkel lain yang ramah lingkungan yaitu pembuatan furniture berbahan sejenis limbah seperti dedaunan enceng gondok dan batang pisang yang disulap menjadi berbaga jenis aksesoris pendukung interior ruang. "Tentu kami sangat memperhatikan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan," katanya.

Adapun Pendiri sekaligus Direktur Kreatif Gust Bertels menambahkan Hamesha tak sekadar pabrik tradisional, melainkan ekosistem hidup para perajin di mana setiap jenis produk yang dihasilkan memiliki bengkel kerja sendiri-sendiri. Menariknya semua bekerja berdampingan, bisa berbagi ide, bahan hingga inspirasi. Integrasi ini menjadikan studio mampu memproduksi lintas material dengan lancar seperti kursi dengan anyaman rotan dan logam tempa, meja bar dengan kayu dan kain tenun.

"Jadi yang membedakan bukan hanya kedalaman produksinya, tetapi juga kecerdasan desainnya yang mengembangkan konsep, produk, dan proyek untuk mitra global," ujarnya.

BACA JUGA: Terbongkar, Praktik Impor Ilegal Baju Bekas Rp112 Miliar di Bandung Raya

Konsep ini memang antimainstrema, ketika industri global memisahkan desain dari produksi, seni dari komersial, kerajinan dari teknologi, namun Hamesha justru menyatukannya. Hal ini tidak hanya memastikan kecepatan, presisi, dan keandalan, tetapi juga melahirkan ruang pertukaran ide antar-kerajinan, kombinasi material tak terduga, serta desain yang terasa hidup. Karya-karya Hamesha pun telah banyak menghiasi gedung-gedung, interios di Eropa.

“Kami sedang membangun jembatan antara tradisi dan masa depan, antara tangan dan mesin, antara budaya dan inovasi. Itulah yang membuat Hamesha bukan sekadar studio, bukan sekadar pabrik melainkan sebuah gerakan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Datangi Rumah Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa

Datangi Rumah Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa

News
| Sabtu, 30 Agustus 2025, 00:27 WIB

Advertisement

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Kebun Bunga Lor JEC Jadi Destinasi Wisata Baru di Banguntapan Bantul

Wisata
| Rabu, 20 Agustus 2025, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement