Gegara Standar Medsos, Anak Muda Bantul Pilih Menunda Pernikahan
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang remaja berinisial AAB, 19, warga Caturharjo, Pandak, Bantul, dilaporkan menjadi korban pengeroyokan di Dusun Nengahan, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul, Minggu (24/8/2025) dini hari.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami luka di kepala dan wajah hingga harus mendapatkan perawatan di RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan laporan kasus ini diterima Polsek Srandakan pada Senin (25/8/2025) pukul 11.00 WIB.
BACA JUGA: KPK Panggil Rektor USU Terkait Korupsi Pembangunan Jalan Sumut
Pelapor adalah ibu korban, Tri Hananti, 42, yang datang langsung ke kantor polisi setelah mendapat kabar dari suaminya mengenai kondisi anaknya.
“Korban mengalami luka bengkak di bagian belakang kepala dan pipi kanan. Bahkan sempat muntah darah sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit,” kata Iptu Rita saat dikonfirmasi, Selasa (26/8).
Peristiwa pengeroyokan itu diketahui dialami AAB bersama dua rekannya, yaitu Faruk Fahrudin, pelajar asal Poncosari, Srandakan, serta Aditya Putra Pratama, 18, pelajar asal Trimurti, Srandakan.
Namun, polisi belum merinci lebih jauh terkait jumlah maupun identitas terduga pelaku karena masih dalam penyelidikan.
“Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Srandakan. Pelapor dan saksi-saksi sudah kami mintai keterangan untuk mengungkap pelaku pengeroyokan tersebut,” ujar Iptu Rita.
BACA JUGA: Kim Kurniawan Jabat Manajer PSS Sleman, Gantikan Leonard Tupamahu
Hingga laporan dibuat, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Panembahan Senopati. Polisi menyatakan akan terus mendalami kasus ini dan mengimbau masyarakat segera melapor jika memiliki informasi tambahan terkait peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pernikahan di Bantul menurun. Standar media sosial, karier, pendidikan, dan ekonomi membuat anak muda memilih menunda pernikahan.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.