Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Ilustrasi dana./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lurah di Gunungkidul khawatir pemangkasan anggaran dana keistimewaan akan berpengaruh terhadap program kegiatan yang direncanaaan di tahun depan.
Salah satu keluhan disuarakan oleh Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto saat dihubungi Selasa (26/8/2025).
BACA JUGA: Danais Dipangkas, Pemkab Kulonprogo Tetap Fokus ke Kalurahan
Menurut dia, kalurahannya merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan bantuan dari danais untuk pembangunan Lumbung Mataraman. Menurut dia, program ketahanan pangan di kalurahannya tidak ada masalah karena sudah selesai dibangun.
“Sejak dibangun 2022 lalu, sudah ada lebih dari Rp1 miliar untuk menyempurnakan Lumbung Mataraman di Bendung,” katanya.
Meski demikian, Didik juga patut was-was karena program yang dibiayai danais bukan hanya Lumbung Mataraman. Pasalnya, Kalurahan Bendung baru saja ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya oleh Pemerintah DIY.
Menurut dia, dengan ketetapan tersebut, maka di tahun depan berhak digelontor danais yang nominalnya mencapai Rp1 miliar. Kendati demikian, Didik mengakui, dengan adanya pemangkasan danais dari Pemerintah Pusat yang nominalnya mencapai Rp700 miliar, maka belum mengetahui pasti tentang kelanjutan program yang dibiayai melalui status kalurahan mandiri budaya.
“Belum tahu ada bagian atau tidak. Kalau dengan status kalurahan mandiri budaya, maka berhak memeroleh danais sebesar Rp1 miliar. Kalau tidak ada alokasi, maka kegiatan tidak berjalan,” ungkapnya.
Didik menambahkan, kekhawatiran tentang alokasi danais di kalurahan tidak hanya dirasakan dirinya seorang. Pasalnya, lurah-lurah di Bumi Handayani juga merasakan, terlebih lagi bagi kalurahan yang mendapatkan alokasi masih minim.
“Kalau di Bendung sudah banyak. Contohnya, tahun ini ada anggaran danais untuk membangun embung senilai Rp750 juta. Tapi, bagi kalurahan lain, tentunya juga ingin mendapatkan porsi lebih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Balai Kaswargan resmi diperkenalkan di Kampung Sayidan, Jogja. Ruang budaya baru ini diharapkan memperkuat seni, budaya, dan wisata masyarakat.
Bio Paulin membawa Pasuruan United promosi ke Liga 3 Nusantara. Eks bek Persipura itu kini membidik mimpi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
OJK optimistis kredit UMKM tumbuh positif hingga akhir 2026. Kenaikan IKK dan kebijakan pembiayaan dinilai menjadi pendorong utama.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
John Herdman memastikan telah mengantongi 26 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Satu slot kiper tambahan akan diumumkan di Jakarta.