Bantul Gencarkan Gemarikan, 675 Siswa Sudah Ikut Edukasi
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto./Antara
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh sekolah terkait maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah di Indonesia.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan peserta didik dan warga sekolah.
Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto, menegaskan bahwa pihaknya meminta siswa agar tidak ikut serta dalam kegiatan demonstrasi maupun aktivitas sejenis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengimbau peserta didik di Bantul untuk tetap fokus mengikuti kegiatan belajar di sekolah dan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi,” ujarnya, Senin (1/9).
Selain itu, seluruh siswa diminta tetap mengikuti proses pembelajaran sampai selesai sesuai jadwal. Disdikpora juga memutuskan untuk meniadakan sementara kegiatan ekstrakurikuler hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan 7 Tersangka Demo Rusuh Depan Mapolda Jateng
“Untuk menjaga kondusivitas, kami minta sekolah menghentikan sementara kegiatan di luar pembelajaran inti,” jelas Nugroho.
Nugroho menegaskan, kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kebijakan ini di satuan pendidikan masing-masing. Bahkan, seluruh kepala sekolah diminta menyampaikan ketentuan tersebut dalam amanat upacara bendera pada Senin (1/9).
“Kami berharap sekolah dapat menjalankan instruksi ini dengan baik demi ketertiban bersama,” ujarnya.
Dengan kebijakan tersebut, Disdikpora Bantul berharap seluruh kegiatan pendidikan tetap berjalan lancar tanpa adanya gangguan dari faktor eksternal.
“Prinsip kami jelas, keselamatan peserta didik adalah prioritas utama,” pungkas Nugroho.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Banguntapan Harjana mengatakan bahwa dalam kondisi orang tua murid diminta untuk mengantar dan menjemput anaknya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
"Melanjutkan imbauan dari dinas, hari ini tetep belajar di sekolah tetapi orang tua murid diminta antar jemput untuk keamanan bersama," kata Harjana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.
Kementerian Pariwisata mencatat event pariwisata sepanjang semester I-2026 menghasilkan perputaran ekonomi Rp858,12 miliar dan melibatkan ribuan UMKM.
Pemerintah menargetkan Zero ODOL berlaku pada 2027, namun masih menghadapi kekurangan anggaran Rp92,9 miliar dan tantangan distribusi logistik nasional.
Kemendag menyelesaikan 89 persen pengaduan konsumen sepanjang semester I-2026 dengan nilai transaksi Rp18,59 miliar. Aduan terbanyak terkait elektronik dan refu
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i meminta penyebab ledakan di MAN 3 Padang ditelusuri secara menyeluruh dan mengingatkan publik tidak terburu-buru menyimpulkan peny
Pemerintah menyiapkan skema pelunasan utang KCIC Whoosh senilai Rp116 triliun tanpa harus membebani APBN. Proses pengalihan aset masih berlangsung.