Advertisement
Padat Karya Tahap II Segera Bergulir di Kabupaten Sleman
Ilustrasi program padat karya. / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman menyampaikan tanda tangan kontrak pengerjaan padat karya tahap II dilakukan, Senin (1/8/2025). Melalui penandatanganan ini, pengerjaan infrastruktur dapat segera dilakukan.
Kepala Disnaker Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan rencana pengerjaan program tersebut pada 2 hingga 21 Oktober 2025.
Advertisement
Lokasi padat karya ada di Padukuhan Bayeman, Bangunkerto, Turi dengan usulan cor blok jalan; Padukuhan Bedilan/ Bolu, Margokaton, Seyegan dengan usulan saluran irigasi; dan Padukuhan Watuadeg, Jogotirto, Berbah dengan usulan cor blok jalan.
Padat karya dikerjakan oleh kelompok masyarakat atau sub lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) padukuhan atau LPM kalurahan.
Alokasi pagu anggaran per lokasi padat karya sekitar Rp160 juta. Total pelaksanaan padat karya menggunakan APBD Sleman sebesar Rp1,12 miliar.
BACA JUGA: Muncul Seruan Jogja Milik Kita Mari Jaga Bersama
Anggaran tersebut juga mencakup komponen upah tenaga kerja. Hari orang kerja (HOK) berbeda-beda untuk setiap posisi. Mandor mendapat Rp95.000 per hari, tukang mendapat Rp90.000 per hari, dan pekerja Rp85.000 per hari.
Dalam satu lokasi ada dua mandor, delapan tukang, dan sisanya pekerja. Minimal durasi bekerja per hari selama lima jam. Upah diberikan sepekan sekali.
Adapun padat karya tahap I yang berada di empat lokasi terselenggara dengan lancar baik di Kalurahan Wukirsari, lalu Margorejo, kemudian Sumberadi, maupun Sambirejo.
“Evaluasi keempat lokasi itu ya sudah terlaksana sesuai dengan kesepakatan di kontrak,” kata Epiphana, Senin (1/9/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Caroline Lang Mundur dari SPI Usai Namanya Muncul di Dokumen Epstein
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Gaji PPPK Paruh Waktu di Bantul Belum Cair, Ini Kata Bank dan Dinas
- Pembunuh Ibu Kandung Asal Ponorogo Masih Diburu di Gunungkidul
- Kemarau Basah dan Warga Disiplin Tekan Angka Kebakaran di Kulonprogo
- ORI DIY Serap Aspirasi Petani Parangtritis soal Pelayanan Publik
- Lurah Grogol Gunungkidul Ditahan Atas Kasus Penggelapan Kendaraan
Advertisement
Advertisement



