WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Tim Sar Satlinmas Wilayah I Gunungkidul saat pencarian korban laka laut di Pantai Sedahan, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, belum lama ini. /Ist- dok SAR
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2025 terjadi 62 kasus kecelakaan laut dengan total 107 korban, baik selamat maupun meninggal. Aktivitas nelayan juga disebut berisiko tinggi mengalami kecelakaan laut.
Kepala BPBD DIY, Noviar Rachmad, menjelaskan dari total 107 korban, sebanyak 92 orang selamat, 10 orang ditemukan meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang. “Untuk data yang September ini belum masuk,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Mayoritas kecelakaan laut terjadi akibat kapal tenggelam dan kecelakaan saat berenang. Kasus saat berenang dipicu wisatawan yang mengabaikan imbauan petugas. “Mereka yang kecelakaan saat berenang kebanyakan karena tidak mematuhi imbauan petugas,” katanya.
Penanganan kecelakaan laut dilakukan Satlinmas Rescue Istimewa yang berjaga di titik-titik rawan. Namun dengan kondisi gelombang yang dinamis, kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk meminimalisasi risiko.
Kecelakaan laut juga dialami nelayan. Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Catur Nur Amin, menuturkan banyak nelayan masih mengandalkan perhitungan tradisional terkait gelombang.
“Selama ini diwariskan turun-temurun mulai sering meleset akibat perubahan cuaca. Kemarin yang di Trisik itu juga nelayan senior, setelah kami cari informasi. Jadi kondisi gelombang air laut akhir-akhir ini sulit diprediksi,” ungkapnya.
Nelayan di DIY kerap mengamati tanda alam seperti pola angin dan arus. Ia mengimbau nelayan memanfaatkan informasi dari BMKG yang kini mudah diakses melalui grup WhatsApp. “Informasi dari BMKG itu sudah sampai ke para nelayan melalui grup whatsapp jadi mereka bisa mengaksesnya dengan mudah,” paparnya.
BACA JUGA: Kota Jogja Rawan Banjir, 26 EWS Diaktifkan di 3 Sungai
Pihaknya juga mendorong penggunaan jaket pelampung bagi nelayan. Kesadaran mulai meningkat meski sebagian masih merasa terganggu saat bergerak. “Saat mau masuk dan mendarat harus wajib pakai pelampung,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta nelayan memastikan keselamatan antaranggota kelompok. “Dengan adanya 19 titik pendaratan nelayan di seluruh DIY, pengawasan antaranggota kelompok nelayan kini semakin ketat. Ketua kelompok nelayan harus memastikan keselamatan anggota,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Taiwan perpanjang bebas visa untuk Thailand, Filipina, Brunei—Indonesia belum masuk! Wisatawan dapat tinggal 14 hari mulai 1 Agustus 2026. Simak syaratnya di si
Kejaksaan Agung memastikan belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang terkait penyidikan dugaan korupsi Program Makan Berg
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi
Waspada! McAfee mengungkap 15 aplikasi Android berbahaya yang diduga dapat mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna. Cek daftarnya di sini.
Presiden Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus baru Kejaksaan Agung. Berikut profil, rekam jejak, dan perjalanan karier jaksa senior yang pernah menangani