Tragedi di Parangtritis Istri Tikam Suami di Losmen
Istri diduga tikam suami di losmen Parangtritis, Bantul. Polisi amankan pelaku dan selidiki motif KDRT.
Foto udara pembangunan Jembatan Pandansimo di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (25/6/2025). Jembatan Pandansimo sebagai penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) antara Kabupaten Kulonprogo dan Bantul sepanjang 1,9 kilometer tersebut rencananya akan diresmikan pada Juli mendatang. Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, BANTUL - Proses pemindahan tempat pemungutan retribusi (TPR) di kawasan Pantai Selatan (Pansela) Bantul masih menunggu pembukaan Jembatan Pandansimo. Hingga saat ini, TPR tetap berada pada lokasi lama.
Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa pihaknya baru akan melakukan pergeseran TPR setelah jembatan tersebut benar-benar bisa digunakan masyarakat umum.
Markus menyebut, meski area Laguna Pandansimo cukup ramai didatangi wisatawan, seluruh pengunjung tetap keluar masuk melalui TPR Pansela yang berlaku sekarang. Dengan demikian, retribusi masih berjalan normal tanpa ada kebocoran pengunjung.
“Kalau Jembatan Pandansimo diresmikan dan dibuka, maka kami akan memlakukan pemindahan TPR Pansela sementara,” ucapnya, Kamis (18/9).
Menurutnya, informasi yang beredar menyebut Jembatan Pandansimo akan dibuka pertengahan September 2025.
BACA JUGA: Jembatan Pandansimo, Harapan Ekonomi Baru Warga Selatan Kulonprogo
“Infonya, kan Jembatan Pandansimo itu akan dibuka pada pertengahan September 2025. Tapi, kapan dibuka dan diresmikannya kan belum pasti. Kalau jembatan itu sudah dibuka atau diresmikan, pasti kami akan memindah TPR ke selatan Jalur Jalan Lintas Selatan,” katanya.
Apabila Jalur Jalan Lintas Selatan Jawa yang menghubungkan Bantul dan Kulon Progo resmi beroperasi, maka TPR akan dipindahkan dan didirikan menggunakan tenda darurat. Harapannya, langkah ini bisa membuat wisatawan lebih tertib serta meminimalkan potensi permasalahan di lapangan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo, menuturkan bahwa pihaknya masih menanti instruksi resmi terkait peresmian maupun operasional Jembatan Pandansimo.
“Ada kemungkinan jembatan akan dioperasionalkan terlebih dahulu tanpa ada peresmian pada pertengahan September 2025,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Istri diduga tikam suami di losmen Parangtritis, Bantul. Polisi amankan pelaku dan selidiki motif KDRT.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.