Bantul Bersih-bersih Sampah Visual, Puluhan Reklame Ditertibkan
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul melakukan pengawasan kegiatan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyebut pengawasan tersebut berlangsung selama dua hari pada 18-19 September 2025.
BACA JUGA: Bawaslu Bantul Gandeng Pramuka
Menurut Didik, pengawasan dilakukan untuk memastikan jajaran KPU menjalankan kegiatan sesuai prosedur, terutama saat mengecek data kependudukan di lapangan.
“Pengawasan ini penting agar informasi dan data yang didapatkan benar-benar akurat. Kami turut mendampingi KPU secara langsung untuk memastikan hal itu,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut Bawaslu ikut menelusuri beberapa kategori pemilih yang rawan bermasalah.
“Kami cek data pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih dengan data tidak padan, mereka yang sebelumnya masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada Pilkada 2024, serta pemilih yang memiliki tanggal lahir invalid,” terang Didik.
Bawaslu Bantul menerjunkan 17 orang pengawas di 17 kapanewon yang menjadi lokasi pelaksanaan coktas oleh KPU Bantul. Kehadiran mereka diharapkan mampu memastikan setiap proses verifikasi berlangsung sesuai aturan.
Selain itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bantul, Dewi Nurhasanah, menambahkan pihaknya juga memberikan imbauan tertulis kepada KPU Bantul.
“Kami minta kegiatan coktas dijalankan secara profesional dan tetap mengacu pada ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dapat menghasilkan basis data yang mutakhir.
“Harapan kami, saat pleno pemutakhiran data pemilih berkelanjutan triwulan III pada Oktober mendatang, data yang disajikan benar-benar valid dan akurat,” kata Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Bantul menertibkan puluhan spanduk dan rontek liar yang dipasang melintang di jalan dan dekat lampu lalu lintas.
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
HUT ke-18 Harian Jogja, Transformasi dari Perusahaan Media Menuju Perusahaan Komunikasi Diperkuat