Advertisement
873 Siswa Kulonprogo Peroleh Beasiswa PIP, DPR RI Siap Mengawal
My Esti Wijayati saat di hadapan 873 siswa Kulonprogo memberikan pengarahan dalam pencairan dan sosialisasi untuk masyarakat miskin dapat mengakses program beasiswa pendidikan Indonesia pintar di Exhibition Hall Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (20/9/2025) siang. Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggota DPR RI Komisi X, My Esti Wijayati siap mengawal penyaluran dana program Indonesia pintar (PIP) di Kabupaten Kulonprogo, Sabtu (20/9/2025) siang. Sebanyak 873 siswa SMA/sederajat Kulonprogo menjadi penerima beasiswa PIP dari aspirasi My Esti di DPR RI. Program PIP menjadi penting untuk siswa Kulonprogo dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah.
Esti mengungkapkan, Kulonprogo menjadi wilayah yang rata-rata lama sekolahnya cukup rendah dibanding kabupaten/kota lain di DIY. Menurutnya, lama rata-rata sekolah di Kulonprogo belum mencapai angka 11. "Lama sekolah di Kulonprogo masih sekitar 9,18 tentu ini kalau dihitung baru rata-rata lulus SMP berarti ini problem besar bagi Kulonprogo. Kami sangat concern untuk makin banyak program pendidikan masuk Kulonprogo," katanya kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
Advertisement
"Program PIP upaya kita untuk mengurangi angka putus sekolah sekaligus meningkatkan rata-rata lama sekolah," lanjut politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.
BACA JUGA: Mas Jos di Mantrijeron Kurangi Volume Sampah 2 Ton per Hari
Ia siap mengawal program tersebut. Tujuannya agar semakin banyak warga Kulonprogo minimal lulus SMA tidak hanya sekadar lulus SMP. Esti menyadari angka kemiskinan di Kulonprogo cukup tinggi. Tetapi pasti ada daerah-daerah penghasil angka putus sekolah tinggi sehingga rata-rata lama sekolahnya hanya sembilan tahun.
"Contohnya seperti di Samigaluh saya pernah datang ke sana, daerah-daerah seperti itu yang akan menjadi pertimbangan kita untuk memberikan program PIP," katanya.
Ia mengingatkan untuk penerima program PIP tentu ada kriterianya yang harus dipenuhi. Program PIP menyasar siswa SMA dari kalangan orang tua yang berpenghasilan di bawah Rp4 juta dalam sebulan. Selain itu, anak dari orang tua ASN, TNI-Polri atau jabatan di BUMN dan BUMD tidak boleh menerima PIP.
Adapun target nasional program PIP menyasar 17,9 juta siswa di seluruh Indonesia. "Kita mengawal itu supaya program pemerintah ini bisa masuk dan membantu masyarakat sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan dari sektor pendidikan," tegas perempuan yang juga Wakil Ketua Komis X DPR RI ini.
Esti meminta DPRD Kulonprogo khususnya Fraksi PDI Perjuangan untuk turut mengawal ini agar semakin meningkat rata-rata lama sekolah di Kulonprogo. Menurutnya program pendidikan di Kulonprogo harus melihat secara riil penyebab rata-rata lama sekolah masih sembilan tahun saja atau lulus SMP.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin menambahkan, program PIP merupakan ikhtiar negara untuk pendidikan dapat berjalan dengan baik. Dia memastikan siap mengawal penyalurannya di tingkat Kulonprogo agar tepat sasaran. "PIP upaya untuk menyentuh warga miskin agar bisa tetap sekolah tidak putus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lewati Selat Hormuz di Tengah Blokad
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- UMKM Jadi Mesin Perputaran Uang Saat Libur Lebaran di Sleman
- Mobil Dinas Baru di Pemkab Gunungkidul Batal, Jalan Rusak Jadi Fokus
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
Advertisement
Advertisement







