Kemarau Berlanjut, Jadwal Tanam Padi di Bantul Terancam Mundur
Kemarau diprediksi berlanjut hingga November atau Desember. Jadwal tanam padi di Imogiri dan Dlingo, Bantul, berpotensi mundur
Ilustrasi bencana angin kencang di Bantul- ist/BPBD DIY
Harianjogja.com, BANTUL – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Bantul pada Jumat (31/10/2025) sore menyebabkan sejumlah kerusakan, terutama di wilayah Kapanewon Kasihan. Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, tercatat sedikitnya 10 titik lokasi terdampak akibat kejadian tersebut.
Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul, Aka Luk Luk Firmansyah menyebut hingga sore ini petugas masih melakukan pendataan dan penanganan di lapangan.
"Untuk sementara waktu terdapat sepuluh lokasi terdampak di wilayah Kasihan. Jenis kejadian paling banyak berupa pohon tumbang. Petugas masih terus melakukan asesmen dan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Dari data BPBD, pohon tumbang terjadi di 10 titik dan menimpa sejumlah fasilitas seperti dua tempat usaha (angkringan dan rumah makan) serta satu bangunan joglo milik warga yang roboh.
Salah satu kejadian tercatat di Dusun Nitipuran RT 10, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, di mana pohon sukun tumbang menimpa rumah milik warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.03 WIB setelah menerima laporan sekitar pukul 14.00 WIB.
"Pohon tumbang disebabkan hujan deras disertai angin kencang. Jika tidak segera ditangani bisa membahayakan penghuni rumah,” katanya.
Bangunan seluas 10x5 meter itu mengalami kerusakan pada bagian genting, dengan total dua kepala keluarga atau delapan jiwa terdampak. Petugas bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Ngestiharjo dan warga setempat telah melakukan pendataan dan evakuasi pohon yang tumbang.
Hingga saat ini, BPBD Bantul belum mencatat adanya korban jiwa maupun kebutuhan mendesak dari warga terdampak. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati, terutama di sekitar pepohonan besar dan bangunan tua saat hujan deras dan angin kencang,” pungkas Antoni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau diprediksi berlanjut hingga November atau Desember. Jadwal tanam padi di Imogiri dan Dlingo, Bantul, berpotensi mundur
Pengajian kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 mengajak santri dan masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, serta kerukunan di Jogja.
Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar lipat retak di sekitar engsel. Apple mengganti salah satu unit, tetapi penyebabnya belum diketahui.
Cinema Day digelar 27 Oktober 2026 dengan tiket bioskop reguler maksimal Rp25.000. Simak daftar jaringan peserta dan cara membeli tiketnya.
Empat wakil Indonesia tampil di semifinal French Open 2026. Simak jadwal Rachel/Febi, Ubed, Raymond/Joaquin, dan Leo/Daniel.
Persijap Jepara bermain imbang 1-1 melawan Java United di pekan ketujuh Super League. Gol Juan Douglas menyelamatkan tuan rumah.