Petugas Damkar Gunungkidul Pingsan di Jalan, Dirawat Intensif
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Warga melintas di lokasi longsor di Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari. Rabu (21/6/2023)/Harian Jogja-David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menyiapkan anggaran Rp650 juta guna menghadapi dampak dari bencana hidrometeorologi. Selain itu, untuk mitigasi kebencanaan juga sudah ditetapkan status siaga darurat bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim penghujan semakin meningkat. Upaya mitigasi juga terus dilakukan mulai dari perluasan jaringan kalurahan Tangguh bencana hingga pembuatan peta kebencanaan di Gunungkidul.
Hasil pemetaaan rawan bencana, untuk banjir potensinya ada di sepanjang aliran Kali Oya dan beberapa titik di Kapanewon Girisubo. Adapun potensi longsor didominasi di zona utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin dan Ponjong.
“Untuk angin kencang potensinya menyebar di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya, Kamis (6/11/2025).
Guna mengantisipasi ancaman ini, Purwono mengakui juga sudah mengalokasikan anggaran Rp650 juta untuk penanganan. Pagu disediakan dipergunaka dalam beberapa penanganan seperti sewa alat berat, bantuan stimulant rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan rusak akibat bencana.
Di sisi lain, juga dapat dipergunakan dalam pembuatan bronjong talut yang rusak, penyediaan alat kerja bakti hingga paket permakanan. “Adanya dana siap pakai ini sebagai upaya memberikan respon cepat saat terjadi musibah bencana alam agar penanganan bisa optimal,” katanya.
Meski demikian, mantan Panewu Purwosari ini memastikan penggunaan anggaran kebencanaan tidak bisa sembarangan. Pasalnya, didalam prosesnya di setiap pengeluaran harus didasari oleh kejadian yang diperkuat dengan hasil validasi di lapangan.
“Penggunaan harus transparan dan akuntabel,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Edy Winarta mengatakan, sudah menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi. Kebijakan ini berlangsung mula November hingga akhir Januari 2025.
“Penetapan status siaga darurat bencana jadi bagian untuk mitigasi kebencanaan di Gunungkidul,” katanya.
Selain penetapan siaga darurat bencana hidrometeorologi, juga telah menyiapkan personel. Pada saat dibutuhkan, tim reaksi cepat siap terjun ke lokasi untuk membantu dan melakukan evakuasi pada saat terjadi musibah atau bencana alam.
“Sebagai bentuk kesiapsiagaan, personel BPBD sudah disiapkan untuk diterjunkan pada saat terjadi musibah yang dapat terjadi kapan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Damkar Gunungkidul pingsan di Alun-Alun Wonosari usai piket malam, kini dirawat intensif dan belum sadarkan diri.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.