Sleman Creative Weeks 2026, Ada Festival Layang-Layang hingga Film
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Tour de Merapi yang digelar tahun lalu.Ist/Media Center Sembada
Harianjogja.com, SLEMAN—Refocusing anggaran 2026 membuat dua event besar pariwisata Sleman, yakni Tour de Merapi dan Sleman Temple Run, dipastikan tidak digelar. Kondisi ini berdampak pada promosi daerah karena kedua event tersebut selama ini menjadi magnet kunjungan wisatawan, termasuk peserta dari mancanegara.
Kepala Dispar Sleman, Edy Winarya, mengatakan event Tour de Merapi dan Sleman Temple Run (STR) hilang. Padahal, event lari berskala internasional ini selalu diikuti peserta mancanegara. Dampaknya tentu pada angka kunjungan, pengeluaran wisatawan (spending money), dan lama tinggal, selain menjadi wujud promosi gratis juga.
Ada kekhawatiran apabila STR hilang, maka Dispar harus memulai lagi pengembangannya dari nol ketika peminat lari baik dalam negeri maupun luar negeri lebih memilih event lari lain.
Anggaran terbatas ini membuat Dispar harus melakukan promosi dengan cara lain dan menjalin kerja sama lebih luas dan intens. Edy mengaku pihaknya akan bekerja sama dengan kalurahan, utamanya yang berada di Sleman utara, untuk menarik wisatawan.
“Acara-acara lokal masyarakat itu bagus-bagus dan bisa menjadi salah satu cara kami menarik wisatawan,” kata Edy ditemui di kantornya, Senin (10/11/2025).
Edy tidak bisa menyampaikan perkiraan penyusutan angka kunjungan pada 2026; yang pasti, ia menegaskan ketiadaan event tahunan berpotensi beriringan dengan penurunan kunjungan. Satu event yang kemungkinan besar digelar adalah Sleman Creative Week (SCW).
SCW memang tidak menggunakan APBD Sleman, tapi Danais. Apabila alokasi Danais masih tetap sama, SCW dipastikan diselenggarakan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Sleman, Irawati Palupi Dewi, mengaku pihaknya akan mengupayakan cara lain untuk memenuhi target angka kunjungan wisatawan. “Kami harus optimistis untuk mengembangkan sektor pariwisata di tengah keterbatasan anggaran,” kata Irawati.
Ia akan mengupayakan pentas reguler seperti jathilan dan campursari di Kawasan Wisata Kaliurang. Menurut Irawati, angka kunjungan selalu meningkat ketika ada dua event tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.