Advertisement
BNNK Bantul Rehabilitasi 70 Pengguna Narkoba Selama 2025
Ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL – Hingga November 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul telah merehabilitasi 70 pengguna narkotika. Mayoritas merupakan warga Bantul, tetapi beberapa peserta juga ada yang berasal dari luar daerah.
Kepala BNNK Bantul, Arfin Munajah mengatakan pihaknya tidak membatasi pelayanan rehabilitasi hanya untuk warga setempat. “Kami melayani semua orang, tidak terbatas domisili. Misalnya ada mahasiswa dari luar Bantul yang ingin rehab, kami terbuka dan akan diterima,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Advertisement
Menurut Arfin, layanan rehabilitasi di Bantul dijalankan melalui Klinik Pratama Abhipraya yang berlokasi di Kantor BNNK Bantul. Sepanjang 2024, klinik tersebut telah melayani 68 orang, sementara pada 2023 tercatat sebanyak 162 orang menjalani rehabilitasi.
“Untuk pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba, kami lakukan rehabilitasi sampai tuntas, baik medis maupun sosial,” jelasnya.
BACA JUGA
Selain fokus pada pemulihan, BNNK Bantul juga terus memperkuat program pencegahan melalui ketahanan keluarga, kegiatan masyarakat, dan pengembangan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba).
“Ke depan kami juga akan menggencarkan penyuluhan, sosialisasi anti-narkoba, dan rehabilitasi bagi pengguna di dalam Lapas Pajangan,” tambah Arfin.
Program tersebut diharapkan dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di Bantul sekaligus memperluas jangkauan layanan rehabilitasi yang inklusif bagi semua kalangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menkeu Tunggu BNPB Ajukan Dana Tambahan untuk Banjir Sumatera
Advertisement
KA Panoramic Kian Diminati, Jalur Selatan Jadi Primadona
Advertisement
Berita Populer
- Sistem OSS Bermasalah, Izin Usaha di Sleman Terhambat sejak Oktober
- Donat Maryam, Kisah Sukses dari Bantuan PKH
- Kelurahan Rejowinangun Jogja Kembangkan Sabun Power Liquid
- Pakar UGM Ingatkan Industri Wisata DIY Waspadai Cuaca Ekstrem 2025
- Hari Disabilitas Internasional, Pendidikan Khusus Hadapi Kendala Finan
Advertisement
Advertisement



