Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial DIY menghentikan sementara pemberian bantuan sosial (bansos) bagi penerima yang terindikasi terlibat judi online (judol). Mereka diberikan kesempatan untuk klarifikasi benar atau tidaknya terlibat judol.
Berdasarkan data Dinas Sosial DIY, total penerima bansos yang terindikasi terlibat judol sebanyakk 7.001 orang, dengan rincian Sleman 1.106 orang, Kota Jogja 938 orang, Bantul 1.711 orang, Gunungkidul 2.397 orang dan Kulonprogo 849 orang.
Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, menjelaskan penerima bansos yang terindikasi teribat judol tersebut dihentikan sementara pemberian bansosnya. “Itu sementara kita berhentikan. Ini kebijakan Kementerian Sosial,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Selama pemberhentian sementara tersebut, pihaknya memberikan kesempatan untuk klarifikasi. “Kami memberikan ruang masukan dari masyarakat yang dinyatakan terindikasi judol tadi. Ini yang kita sampaikan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota untuk menginformasikan ke masyarakat,” katanya.
Klarifikasi diperlukan karena indikasi tersebut baru dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang melihat rekening penerima terlibat judol. “Artinya, ini yang kita cek benar tidak? Kalau dari hasil transferan terlihat digunakan untuk judol, berarti memang dia tidak perlu bantuan,” katanya.
Selain itu klarifikasi juga masih perlu dipastikan lagi, karena bisa saja mengaku tidak menggunakan uang untuk judol, tapi sebenarnya ada anggota keluraga lain yang menggunakannya. “Kalau mendapat laporan ‘saya nggak benar judi’, kita tidak serta-merta menerima begitu saja,” ungkapnya.
Ia mencontohkan pada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang biasanya bansos diterima oleh istri, bisa saja suaminya menggunakan untuk judol. “Walaupun dia tidak mengakui, tapi ternyata yang berjudi adalah anggota keluarganya. Sama saja. Yang kita bantu itu keluarga,” kata dia.
Ia juga menekankan kepada masayrakat jika bansos hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang memang membutuhkan dan sifatnya tidak selamanya. “Bansos itu sementara, dalam masa krisis sosial. Ketika dia tidak bisa memenuhi kebutuhan dasar, tidak punya aset, tidak punya pendidikan, itu yang kita bantu,” ujarnya.
Ketika sudah mampu lebih mandiri, pemerintah menyediakan program pemberdayaan sosial. “Bagaimana mereka kita dampingi, bagaimana kita gali skill mereka. Dia bisa usaha apa, bisa kerja apa. Baru nanti kita bantu, kita beri bimbingan teknis skill,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
KCIC mencatat 573.780 penumpang menggunakan Whoosh selama libur sekolah 13 Juni-12 Juli 2026. Volume harian naik 26,5 persen.
Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni mewarnai Hari Jadi ke-195 Bantul. Tradisi ini dimaknai sebagai simbol introspeksi, pelestarian budaya, dan gotong royong.
Presiden Prabowo menerima laporan Jaksa Agung terkait kasus Febrie Adriansyah. Istana juga memproses usulan nama Jampidsus baru.
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
Bank Jateng menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil,