Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo telah memiliki sejumlah early warning system (EWS) untuk memantau potensi longsor dan banjir di berbagai titik. Perangkat tersebut merupakan instalasi milik Pemda DIY maupun Pemkab Kulonprogo sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Pemadam Kebakaran Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan EWS tanah longsor saat ini telah beroperasi normal dan dipastikan berfungsi maksimal. “Pusdalops BPBD Kulonprogo aktif 24 jam setiap harinya menerima laporan dan memonitor keadaan secara berjenjang,” ujarnya kepada Harian Jogja, Minggu (23/11/2025).
Ia menjelaskan setiap laporan kejadian akan langsung dicek di lapangan. Retakan tanah menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan agar longsor tidak berdampak lebih parah. “SK tanggap darurat selesai hari ini, 23 November, akan dievaluasi apakah diperpanjang atau tidak,” ungkapnya.
Eko menambahkan, musim hujan saat ini masih memasuki tahap awal dan belum mencapai puncaknya. Karena itu, retakan tanah di perbukitan berpotensi dipasangi EWS tambahan untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, EWS longsor menjadi fokus karena wilayah Kulonprogo sangat rawan terhadap pergerakan tanah.
“EWS banjir sudah ada yang dipasang, nantinya akan ada leveling air untuk mengetahui ketinggian debit air,” jelasnya.
Selain peringatan dini, BPBD Kulonprogo juga telah menyusun rencana kontingensi (Rekon) berdasarkan kejadian-kejadian sebelumnya. Dari dokumen Rekon tersebut, BPBD dapat menentukan langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.
“Berdasarkan survei intensitas yang sudah terjadi dan telah dipetakan lokasinya, kami bisa menentukan penanganan ketika dampaknya muncul,” katanya. Ia berharap seluruh upaya ini dapat meminimalisir bahkan meniadakan kejadian bencana hidrometeorologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Bulog telah menyerap 3,5 juta ton setara beras hingga 24 Juli 2026 atau 87 persen dari target nasional 4 juta ton.
Pembangunan Kampus II UIN Sunan Kalijaga di Bantul dimulai dengan pengerasan tanah dan pembangunan akses jalan berkonsep forest campus.
Ye dipastikan menggelar konser di Stadion Utama GBK Jakarta pada 24 Oktober 2026. Tiket mulai dijual 29 Juli 2026.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (25/7/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Harga Bitcoin naik ke 65.500 dolar AS, didukung sentimen regulasi, arus dana ETF, dan optimisme investor institusi.