Kesbangpol Kulonprogo Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
ilustrasi/bareksa.com
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kemenag Kulonprogo mengungkap 2.363 aset wakaf tersebar di 12 kapanewon, termasuk 16 aset produktif yang tengah didorong untuk memberikan manfaat ekonomi lebih besar.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kulonprogo, Haris Widiyanto, mengatakan aset wakaf tersebut memiliki berbagai peruntukan, mulai dari fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah hingga aset produktif seperti perkebunan.
"Sebanyak 16 lokasi di antaranya merupakan wakaf produktif dengan total luas 13.631 meter persegi," ujarnya, Senin (24/11/2025).
Beberapa contoh pengelolaan wakaf produktif antara lain UMKM ZEJE-MART yang dikelola Ponpes Zahrotul Jannah Giripeni Wates, Pangkalan Gas Elpiji oleh PC Muhammadiyah Sentolo, serta perkebunan markisa di atas tanah wakaf Nazir Muhammadiyah Galur.
Kemenag Kulonprogo gencar mendorong pendaftaran wakaf melalui program "Lawanku Jadi Terpikat" (Layanan Wakaf Kulonprogo Sampai Jadi dan Terbit Sertipikat). Program ini memfasilitasi masyarakat hingga proses penerbitan sertifikat wakaf.
Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag DIY, Nurhuda, mengapresiasi penetapan Kulonprogo sebagai "Kota Wakaf". Namun, ia mengingatkan masih ada pekerjaan rumah besar, khususnya dalam mengoptimalkan manfaat wakaf produktif bagi masyarakat dan menarik minat investor.
"Pengelolaan dan pengembangan Kota Wakaf harus terukur. Perlu pemetaan dan koordinasi yang masif antar semua pihak yang terlibat," tegas Nurhuda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Kulonprogo menggencarkan program Goes to School di 46 sekolah untuk mencegah kenakalan remaja, bullying, judi online, dan tawuran pelajar.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di Sleman City Hall. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Akademisi UMY menilai fenomena bangku kosong SPMB 2026 dipicu faktor demografi dan mutu pendidikan, bukan sekadar popularitas sekolah.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku Anakku Terhebat di Sleman untuk membekali orang tua menghadapi tantangan pola asuh di era digital.
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.